<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427</id><updated>2012-01-18T15:56:28.651+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerita'/><category term='Gus Iim'/><category term='Referensi'/><title type='text'>Sastra Bebas</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-6388921264719055460</id><published>2009-02-02T13:37:00.001+07:00</published><updated>2009-02-02T13:46:23.808+07:00</updated><title type='text'>DEGRADASI SPIRITUALITAS PENDIDIKAN DALAM UU BHP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SYaWoTnzvII/AAAAAAAAASQ/-aZg9fFaHUQ/s1600-h/New+Image1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 105px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SYaWoTnzvII/AAAAAAAAASQ/-aZg9fFaHUQ/s200/New+Image1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298087630854143106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Happy Hendrawan (Penggerak Komunitas Transformatif Pontianak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Negara harus bebaskan biaya pendidikan, Negara harus bebaskan biaya kesehatan&lt;br /&gt;Negara harus ciptakan pekerjaan, Negara harus adil, tidak memihak&lt;br /&gt;Itulah tugas negara, Itulah gunanya negara, Itulah artinya negara&lt;br /&gt;Tempat kita bersandar dan berharap ………………………….. (Iwan Fals: Negara)”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingar bingar dunia pendidikan kembali diramaikan oleh demontrasi-demontrasi kalangan civitas dunia pendidikan setelah sebelumnya aksi demontrasi dan bahkan mogok kerja kalangan guru honor dan bantu yang tak pernah jelas nasibnya. Belum lagi peristiwa kekerasan kalangan mahasiswa pada arah tindakan kriminal dalam bentuk tawuran. Boro-boro pendidikan menghasilkan residu akhir sebagai “gerakan spiritual” dalam mengembalikan dignity bangsa, jutru polemik dan kontroversial menjadi satu kesatuan pada wajah “proyek penyusunan UU” kalangan mafia Senayan dalam karakteristik aslinya. Perilaku nyolowadhi selalu saja berulang, setelah ketok palu colong playu dalam Undang Undang tentang Mahkamah Agung terkait dengan usia Hakim Agung, kembali terulang dalam Undang Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP).&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang tidak pernah kondusif dan sensitif dalam penyusunan dan pembahasan undang-undang di Senayan, apa yang dapat diharapkan terhadap kualitas produk undang-undang yang dihasilkan? Namun itulah hadiah akhir tahun 2008, bagi masyarakat Indonesia yang tengah dililit berbagai persoalan yang tak kunjung usai. Apakah kemudian kehidupan menjadi terhenti? Tentu tidak, sebab rakyat Indonesia telah terbiasa dalam kesulitan dan disulitkan, sehingga berjuta siasat menghadapi berbagai persoalan kehidupan adalah keunggulan mentalitas rakyat kecil!&lt;br /&gt;Cuplikan syair lagu Iwan Fals di awal tulisan ini, yang didendangkan jauh hari sebelumnya,  ternyata tidak berpengaruh dan memiliki makna apapun bagi mereka yang terlibat dalam penyusunan dan penetapan UU BHP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Pendidikan Indonesia dalam Perspektif Kolonialisme&lt;br /&gt;Berbeda pada era pasca kemerdekaan hingga 1970an (sebelum proyek coba-coba Daud Yusuf dan gang Barkley) dimana pendidikan diselenggarakan semata-mata sebagai proses aufklarung bangsa, era sekitar 1975 – sekarang telah menjelma menjadi industri massal dan formalistik serta berkarakter kolonial. Secara teknis boleh-boleh saja terkesan modernis, gagah dan teknokratis meski spirit dan kerangka moralitasnya secara laten masih terendap mentalitas jajahan dan positivisme kebablasan. Residu akhir penyelenggaraan pendidikan hanya semata-mata terhenti pada secarik kertas yang bernama ijazah yang berfungsi sebagai syarat formal dalam mendapatkan pekerjaan. Persetan dengan kemampuan pikir dan trampil. Itu pula yang terekam secara jelas ketika rekruitmen Pegawai Negeri Sipil oleh negara dijadikan solusi terhadap masalah lapangan pekerjaan yang berpijak pada nilai selembar kertas. Tak peduli anggaran negara terengah-engah karena hampir 50% habis untuk gaji pegawainya. Maka tampaklah kemandegan pola pikir negara bagaimana penanganan masalah pendidikan sekaligus lapangan pekerjaan. Sehingga tidak mengherankan jika kemudian masalah pendidikan didekati dalam paradigma industri yang menghasilkan manusia-manusia bermental buruh (hal senada dilontarkan pula oleh Menteri Kesehatan terkait dengan UU BHP).&lt;br /&gt;Sesat pikir kebijakan pendidikan Indonesia terlahir sejak dalam kandungan ketika pendidikan dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang, dimana paradigma dan orientasi pendidikan kolonialisme Belanda permanen dalam alur pikir para pemangku kebijakan. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai mengenyam cita rasa pendidikan ketika pemerintahan kolonial Belanda memulai gerakan industrinya di Indonesia. Kebutuhan tenaga kerja terampil untuk menggerakan industrinya sangat mendesak dan sangat mahal jika pemenuhan tenaga kerja didatangkan dari Belanda atau negara-negara Eropa. Sehingga jalan keluar yang efisien adalah membuka ruang bagi bumiputera untuk bersekolah, sebagai upaya mempersiapkan tenaga kerja administratur perusahaan-perusahaan kalangan kolonialis (kemudian menjadi administratur tata pemerintahan kolonial). Tentu saja dibutuhkan pembatasan-pembatasan dan seleksi ketat agar penyelenggaraan pendidikan bukan untuk melahirkan harimau-harimau pemberontak yang berpotensi memangsa dirinya sendiri. Maka jurus jitu yang paten adalah pendidikan hanya berlaku bagi kalangan priyayi dan ningrat. Apa sebab, karena kaum priyayi dan ningrat jelas kecil kemungkinan menjadi pemberontak setelah pintar bersekolah. Tetapi akan semakin menenyelusup sebagai penghamba jauh ke dalam ketiak kekuasaan kolonial. Hanya satu – dua yang kemudian menjadi tokoh pejuang atas kebenaran hakiki. Bagi kolonialis Belanda, hal tersebut merupakan kecelakan sejarah.&lt;br /&gt;Apakah dalam Indonesia modern sekarang ini, masih harus menggantungkan diri pada kecelakaan sejarah terhadap dunia pendidikan kita? Ketika penyelenggaraan pendidikan kembali terarah pada watak kolinialis semacam itu. Bahwa modernitas bisa terjerumus pada tangan-tangan kolonialisme dalam wajah newimperialis yang dijalankan secara cerdas dan manis oleh kaum juragan. Siapa bisa sangka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dalam Paradigma Industri&lt;br /&gt;Seperti telah disinggung sebelumnya, dunia pendidikan kita telah terjerembab pada arus liberalisme dan kapitalisme total. Pendidikan semakin akrab bergandengan tangan dalam naluri industri dengan keluaran akhir adalah tenaga kerja. Semata-mata tenaga kerja. Hapus sudah karakter pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun dan menjaga cita, citra serta dignity bangsa yang sedang dan semakin terpuruk. Hilang sudah nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 yang diagung-agungkan. Tinggal dongeng sebelum tidur belaka. Potret pendidikan kita telah kehilangan nilai dan terdegradasi spiritualitasnya yang mawujud dalam UU BHP.  Akibatnya, arah pendidikan menjadi semakin rabun. Landas pijak pendidikan, berdasar UUD 1945 pasal 31 ayat 3 dan 4, yang mengamanatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan biaya pendidikan harus didanai pemerintah, telah dibenturkan dengan realitas yang dikandung dalam UU BHP. Seperti misalnya pada Pasal 4 ayat 1 UU BHP yang menyatakan bahwa dalam pengelolaan dana secara mandiri, BHP didasarkan pada prinsip nirlaba, yaitu prinsip kegiatan yang tujuan utamanya bukan mencari sisa lebih, sehingga apabila timbul sisa lebih hasil usaha dari kegiatan BHP, maka seluruh sisa lebih hasil kegiatan tersebut menjadi rente dalam gelombang kapitalisasi modal yang ditanamkan kembali ke dalam BHP untuk meningkatkan kapasitas dan/atau mutu layanan pendidikan. Jika demikian keuntungan apa yang di dapat masyarakt? Mungkin saja ini dianggap sebagai cara berpikir dan menafsir UU BHP secara parsial, namun apakah tak cukup geliat gusar para pakar pendidikan terhadapnya?&lt;br /&gt;Kandungannya, pemerintah tidak sepenuhnya lagi berkewajiban menyuntikkan bantuan dana pendidikan. Bagaimana dengan kewajiban alokasi anggaran 20% dari APBN/APBD? Ah itu hanya merepotkan saja, apa untungnya bagi kaum birokrat dan legislator? Karakter aslinya adalah praktik komersialisasi pendidikan semakin terbuka lebar dan telanjang, tidak seperti sebelumnya yang malu-malu. Diskriminasi tak terelakan akibat sistem pasar yang lebih mengemuka. Sangat mengkhawatirkan apabila kemudian proses penyusunan UU juga dijiwai oleh pendekatan industri (baca: pasar)? Atau idapan autis begitu dahsyat menyerang Senayan? Sehingga begitu jauh panggang dari api antara nilai-nilai yang diamanatkan UUD 1945 yang mengatur penyelenggaraan pendidikan dengan UU BHP?&lt;br /&gt;Jika berbagai kasus penyuapan, percaloan dan kasus-kasus berbau kongkalikong berbahan baku uang yang selama ini terungkap ke publik, maka patut menjadi kekhawatiran bersama warga bangsa terhadap mereka yang memutuskan UU BHP sebagai orang-orang yang berpikir modernis namun berwatak kolonialis dan agraris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU BHP dalam Konsepsi Erlebnis dan Kedangkalan Cita&lt;br /&gt;Penggunaan kata erlebnis mengacu pada istilah yang digunakan Hegel dan menjadi umum digunakan kalangan kontra positivis dan Hegelian pada tahun 1870-an yang bermakna sebagai residu akhir dari sesuatu yang dialami secara real sebagai sebuah pengalaman yang dialami secara langsung. Dimana Dilthey memberikan konsepsi erlebnis sebagai ‘apa yang secara langsung diberikan (dialami: pen), material tertinggi untuk semua pembentukan imajinatif’. Kata erlebnis juga dimaknai sebagai perlawanan Hegel dan Hegelian terhadap jiwa positivis-industrialis yang bergerak pada arus borjuasi kelompok cinta kemapanan. Sehingga kemudian erlebnis tidak semata-mata sebagai sebuah kata, tetapi secara epistemologis dia beranjak pada konsepsi bagaimana kita memaknai sebuah pengalaman pada suatu perjuangan memperbaiki dan memajukan keadaan di ranah pembebasan. Paling tidak itu benang merah yang dapat penulis tarik.&lt;br /&gt;Sementara parlemen atau lebih kerap disebut sebagai legislative adalah sebuah lembaga yang berisi sekelompok orang ataupun individual (independen) yang berasal dari berbagai kelas sosial dan latar belakang. Dimana keberadaan mereka atas dasar legitimasi rakyat dalam sebuah prosesi yang bernama Pemilu, yang kemudian popular dalam kosa kata khas Indonesia sebagai wakil rakyat. Persoalannya, bagaimana kita bisa menarik pola relasi antara penggunaan dan pemahamaan kata (konsepsi) erlebnis dengan cita parlemen yang direpresentasikan oleh mereka sebagai wakil rakyat dalam konteks UU BHP. Ditarik dari kesejarahan dunia pendidikan formal –sebagaimana diurai pada bagian terdahulu-, jelas bahwa kaum kolonial menyelenggarakan pendidikan semata-mata bertujuan penyediaan tenaga kerja siap pakai bagi kepentingan industrialisasinya. Meski demikian, kemudian ruang-ruang sempit tersebut dimanfaatkan kalangan anak bangsa untuk melakukan pendadaran pengetahuan dan mentalitas dalam membangun dan mewujudkan dignity sebagai sebuah bangsa yang merdeka dari cengkeraman penjajahan. Kondisi itu berlanjut pasca mengumandangkan kemerdekaan sebagai upaya penempaan cita dan citra bangsa yang sedang membangun pondasi nilai-nilai kebangsaannya dalam spiritual keindonesiaan.&lt;br /&gt;Berdasarkan rangakaian pengalaman bathin dalam proses sejarah yang pahit dan panjang tersebut mestinya dunia pendidikan dibangun dalam pondasi yang tidak autis dan terbelenggu semata-mata pada kebutuhan pasar dan industrialisasi dunia pendidikan yang kapitalistik dan supra liberal. Sehingga dengan demikian antara konsepsi erlebnis dengan cita parlemen dalam sebuah produk undang-undang memiliki realitas sosial dan politiknya. Alangkah ironis dan menggelikan ketika fakta sosial dan politik yang mengemuka adalah karakter penghambaan  terhadap “kelompok juragan dan penyamun” atas daya tahan bangsa. Sebab pendidikan mestinya tidak semata-mata sebuah proses produksi tenaga kerja, tetapi benar-benar sebagai tiang penyangga dalam membangun mentalitas dan budaya bangsa. UU BHP diyakini oleh banyak kalangan yang peduli terhadap masalah pendidikan telah melahirkan pelayanan pendidikan yang diskriminatif. Ia diposisikan dalam penciptaan disparitas pendidikan antara anak-anak kaum borjuis (khususnya kaum borjuasi baru dari hasil korup) dengan anak-anak kalangan marhaenis. Hukum ekonomi sejati menerap dalam UU BHP, yakni pendidikan harus diukur dalam ruang lelang seberapa banyak uang yang dipunya, maka layaknya dia menyandang status siswa/mahasiswa persetan hasilnya tetap bebal.&lt;br /&gt;Tentu kita tidak berharap UU BHP menegasikan tujuan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana diamanatkan UUD 1945 sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai jembatan emas bagi masa depan anak bangsa yang tercerahkan, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dalam berkesempatan dan berperan memajukan negeri di segala dimensi. Sistem pendidikan bangsa ini harus dihindarkan dari pendidikan tinggi yang bersifat elitis dan eksklusif. Ia tidak dilahirkan untuk hadir pada ruang dan kelompok orang tertentu, tetapi melayani kepentingan bersama sebagai sesama anak bangsa. Maka, mari bersama-sama lakukan pelurusan dengan  judicial review, bergerak dan terus bergerak !&lt;br /&gt;Konon, seorang pejabat tinggi dari sebuah propinsi di Kalimantan bersedia “memenangkan lelang” kursi dalam bentuk uang gedung setara dengan harga sebuah mobil mewah seri terakhir untuk anaknya agar dapat masuk fakultas kedokteran sebuah PTS di propinsi yang terkenal sebagai kota pendidikan. Itu terjadi jauh sebelum UU BHP ketok palu, lalu bagaimana dengan kekinian ketika UU yang berkarakter liberal dan kapitalistis diberlakukan? Tentu banyak lagi fakta lain yang terjadi, anda bisa ceritakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 2 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-6388921264719055460?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/6388921264719055460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=6388921264719055460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/6388921264719055460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/6388921264719055460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2009/02/degradasi-spiritualitas-pendidikan.html' title='DEGRADASI SPIRITUALITAS PENDIDIKAN DALAM UU BHP'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SYaWoTnzvII/AAAAAAAAASQ/-aZg9fFaHUQ/s72-c/New+Image1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-697656074038464363</id><published>2008-11-01T22:09:00.003+07:00</published><updated>2008-11-01T22:16:21.180+07:00</updated><title type='text'>Award</title><content type='html'>" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Best Of The Best adalah suatu penghargaan bagi para blogger terbaik di bumi ini. Mereka adalah orang-orang hebat yang mengkontribusikan ilmu pengetahuannya melalui weblog yang mereka asuh. Mereka orang-orang cerdas, positif, bersemangat, dan memiliki rasa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;persahabatan yang tinggi&lt;/span&gt; ". &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal kalimat dari sahabat Ombung (Ide Gokil )ini membuat saya tersanjung dan akhirnya malu, karena penghargaan itu tidak pantas diberikan kepada saya, karena tidak masuk kriteria penerima award. Walaupun malu, saya tetap terima award ini sebagai suatu penghargaan yang tinggi kepada sahabat Ombung, karena keterbukaannya menerima saya sebagai sahabat blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQxt2gNhNBI/AAAAAAAAASI/kzmW4tPs_Og/s1600-h/2986470072_b46e0ed27e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQxt2gNhNBI/AAAAAAAAASI/kzmW4tPs_Og/s200/2986470072_b46e0ed27e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263702847616267282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Award ini juga saya persembahkan kepada kawan yang lain (maaf bagi yang belum mendapatkannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://jenggotcommunity.blogspot.com"&gt;Manusia Biasa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://bintang-terasing.co.cc"&gt;Bintang Terasing&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://tipsku-tipsmu.blogspot.com"&gt;Anna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.suwaritimur.blogspot.com"&gt;Bawean Termenung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://www.210488.blogspot.com"&gt;Ifat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://blogkeris.blogspot.com"&gt;Keris&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://www.rofie.co.cc"&gt;Rofie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://www.helangsenja.blogspot.com/"&gt;Raihan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://jovieblog.blogspot.com"&gt;Jovie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://lyla-home.blogspot.com"&gt;Lyla&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pesan dari Ombung dan saya (Sastra Bebas) juga berpesan yang sama yaitu " Best Of The Best blogger award ini untuk dipasang di blog anda dan diteruskan kepada 10 orang sahabat blogger yang lain ". Semoga blogger makin jaya di bumi kita tercinta. Aamiin… Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-697656074038464363?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/697656074038464363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=697656074038464363&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/697656074038464363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/697656074038464363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/11/best-of-best-adalah-suatu-penghargaan.html' title='Award'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQxt2gNhNBI/AAAAAAAAASI/kzmW4tPs_Og/s72-c/2986470072_b46e0ed27e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-485773543052604751</id><published>2008-10-26T05:31:00.005+07:00</published><updated>2008-10-26T05:56:51.945+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan - Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQOjYkx6fdI/AAAAAAAAARo/eS2FmJ8qScI/s1600-h/01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQOjYkx6fdI/AAAAAAAAARo/eS2FmJ8qScI/s200/01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261228432284089810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak pagi tadi aku di rumah aja, mengurung diri di dalam kamar sambil baca-baca artikel dan buku yang sudah lama diterbitkan. Awalnya hanya untuk ngisi waktu dan menghibur diri karena lagi tidak ada kerjaan, tapi setelah baca-baca itu aku jadi termenung sendiri dan timbul banyak pertanyaan yang aku tidak dapat menjawabnya dengan rasa pasti, pertanyaan-pertanyaan itu terus menggelitik benakku hingga saat ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Suatu program Liberal, akan membuka jalan bagi keadaan yang Tidak Liberal…….?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liberalisme merupakan ideology Borjuasi , apakah kelas masyarakat bawah ( yang mayoritas) dapat menghormati dan menerima ideology ini….? Menghormati mungkin tidak, tapi menerima untuk memanfaatkannya itu lebih mungkin….?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat ini, terjadi evolusi internal di negara-negara besar, yaitu mencurahkan perhatian ke tujuan ekonomis yang tidak mungkin dicapai dengan jalan kekerasan( secara teoritis ), namun pada prakteknya jalan kekerasan untuk mencapai tujuan  itu  dilakukan dengan mengatas namakan ANTI TEROR(ISME)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah hubungan Internasional akan tetap merupakan “ Hubungan antara Negara Kuat dengan Negara Lemah, (antara Negara yang sedang menguat dengan Negara yang melemah)”…?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah ada kemungkinan akan tercipta “ Negara Homogen Universal” dengan liberalisme (Demokrasi Liberal) sebagai akhir sejarah (puncak sejarah dunia)….?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apakah dengan matinya ideology lawan, berarti akan berkurangnya konflik besar antar negara.?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah akhir sejarah, apa yang akan terjadi….?&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mungkinkah terjadi konflik antara Dunia sejarah dan Dunia pasca sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkinkah terjadi konflik Etnis (Ras) dan Nasionalisme.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bentuk pertentangan dapat berupa Terorisme dan Perang Pembebasan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tujuan perjuangan dalam pertentangan tersebut, apa berdasarkan:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;              - Perhitungan Ekonomis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;              - Pemecahan masalah teknik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;               - Masalah lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;              - Tuntutan pemuasan konsumen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;              - Tuntutan kebutuhan energy&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah……pertanyaan-pertanyaan ini semakin membuat pusing saja…., keinginan bersantai pun jadi terganggu. Akhirnya aku hanya bisa berkata “ inilah dunia…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuvusulikov&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-485773543052604751?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/485773543052604751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=485773543052604751&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/485773543052604751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/485773543052604751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/10/pertanyaan-pertanyaan.html' title='Pertanyaan - Pertanyaan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQOjYkx6fdI/AAAAAAAAARo/eS2FmJ8qScI/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-3535537939419905649</id><published>2008-10-22T13:28:00.013+07:00</published><updated>2008-10-22T20:47:04.207+07:00</updated><title type='text'>PR.., apa tuh...?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SP8urXB0c_I/AAAAAAAAAP8/TwUM2ILluoU/s1600-h/pr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SP8urXB0c_I/AAAAAAAAAP8/TwUM2ILluoU/s200/pr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259974212242928626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengerjakan PR....???? Sebelumnya aku gak ngarti apa itu PR..., ternyata bebar2 Pekerjaan Rumah. PR ini dikirim oleh &lt;a href="http://jenggotcommunity.blogspot.com/"&gt;Manusia Biasa&lt;/a&gt;, anak Borneo, Borneo...?, jadi ingat kampoeng halaman.., mumpung lagi nyantai isi ah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, sebelumnya tulis peraturannya dulu (katanya wajib....), nah ini dia peraturannya :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Each blogger must post these rules&lt;br /&gt;2. Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves&lt;br /&gt;3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.&lt;br /&gt;4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.&lt;br /&gt;catatan: kira-kira terjemahnya seperti ini ( maaf seperti paling bisa bhs Inggris, hehehehe...)&lt;br /&gt;( 1. Setiap Bloger hrs memuat peraturan ini...2. Setiap Bloger memulai dgn 10 fakta/kebiasan dirinya...3. Bloggers yang dibubuhi tanda perlu untuk menulis tentang diri mereka di blognya sendiri, mengenai sepuluh fakta/kebiasaan mereka dan posting peraturan ini. Pada akhir anda blog, anda perlu memilih sepuluh orang untuk dibubuhi tanda dan daftar nama mereka...4. Jangan lupa meninggalkan penceritaan komentar kepada mereka mereka yg ditandai dan undangan untuk membaca anda blog. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung nih ya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sastra Bebas alias Adahir mempunyai nama aslinya Yusuf HD, lahir di Kalimantan, Balikpapan, tapi suku Bugis.&lt;br /&gt;2. Suka melakukan perjalanan jauh, maunya jadi Pengembara (tapi gak jadi...)&lt;br /&gt;3. Tinggi Badan 167 cm dan kurus, yg penting sehat.&lt;br /&gt;4. Seneng baca buku, nonton film yg bermutu, dengerin musik daerah, klasik, jazz, blues dan dangdut.&lt;br /&gt;5. Suka muter-muter kota dengan vespa butut.....&lt;br /&gt;6. Biar gak pandai main sepak bola, tapi suka nonton pertandingan bola, apalagi kalo grup kampung yg main, sering ada pertandingan silat sama karatenya...hehehe...&lt;br /&gt;7. Aku juga seorang lelaki yg penuh kasih-sayang ( terutama untuk anak dan istri...)&lt;br /&gt;8. Kata temen2 ku, aku org yang cuek, tapi setia kawan...(jadi GR : Gedhe Rumongso...)&lt;br /&gt;9. Aku juga peminat pengetahuan dunia mistis, tapi bukan dukun atau paranormal juga buka abnormal....&lt;br /&gt;10.Suka meramu bahan makanan dan minuman menjadi menu yang berbeda...( kebanyakan berakhir di piring makannya kucing tetangga...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lah..... sekarang tinggal bagiin kesepuluh penerima yang beruntung pada hari ini. Siapa aja yach??????&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://idegokil.blogspot.com/"&gt;Ombung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.ikhsanblog.blogspot.com/"&gt;Ikhsan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://sulae.blogspot.com/"&gt;Sulae&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.bowothea.blogspot.com/"&gt;Bow&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://tryphotoshop.blogspot.com/"&gt;Fajar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://www.suwaritimur.blogspot.com/"&gt;Bawean Termenung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://jovieblog.blogspot.com/"&gt;Jovie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://rachordbilly-raka.blogspot.com/"&gt;Raka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://lyla-home.blogspot.com/"&gt;Lyla&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.&lt;a href="http://www.dennypiyu17.blogspot.com/"&gt;Denny&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai deh.., Pesan Sastra Bebas jangan lupa isi ya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-3535537939419905649?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/3535537939419905649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=3535537939419905649&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3535537939419905649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3535537939419905649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/10/pr-apa-tuh.html' title='PR.., apa tuh...?'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SP8urXB0c_I/AAAAAAAAAP8/TwUM2ILluoU/s72-c/pr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-5673417460132923423</id><published>2008-10-19T06:39:00.006+07:00</published><updated>2008-10-19T07:42:43.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gus Iim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><title type='text'>Membangun Masyarakat Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPqB6uogUcI/AAAAAAAAAPc/A8WRcBwFngg/s1600-h/new-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 166px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPqB6uogUcI/AAAAAAAAAPc/A8WRcBwFngg/s200/new-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258658360858792386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Negara - bangsa Indonesia, sudah masuk dalam keadaan yang melahirkan kebijakan-kebijakan nasional jangka pendek yang bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adhoc&lt;/span&gt;, dan akibat logis berikutnya, seluruh aspek kehidupan negara-bangsa Indonesia akan didikte oleh aktor-aktor kapitalisme global yang bergerak di pasar modal, pasar financial, pasar komoditi dan pasar informasi/media.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi yang demikian memang sulit, sebab kita tidak mungkin keluar dari cengkraman kapitalisme global karena Indonesia telah ikut menjadi penandatangan APEC dan telah terdaftar sebagai anggota organisasi perdagangan dunia WTO. Yang paling mungkin dilakukan adalah menerima keberadaan kapitalisme global secara sadar, kritis dan cerdas. Setelah itu langkah selanjutnya adalah merumuskan kepentingan kolektif nasional dengan melihat potret besar konstalasi politik internasional sebagai acuan, dengan tetap menjadikan kepentingan dan cita-cita kemerdekaan bangsa sebagaimana dirumuskan dalam pembukaan UUD 45 sebagai titik pijak bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual ada beberapa model sosio-ekonomi-politik yang saat ini berkembang di dunia, seperti bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;welfare-state&lt;/span&gt; ala Eropa Barat daratan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the third-way&lt;/span&gt; ala Inggris, sosialisme-pasar ala Cina dengan pola satu negara dua sistem, kapitalisme-industrial-progresif ala Amerika Serikat, kapitalisme-retail ala India dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua konsep dan model diatas bisa dipilih untuk menjawab tantangan berat yang dihadapi oleh negara-bangsa Indonesia saat ini. Semua terpulang kembali pada setiap elemen dari warga-bangsa Indonesia untuk menentukan pilihan, sudah tentu dengan memperhitungankan pula keberadaan sumber daya alam dan manusia, keadaan geografi, demografi, kultur, sistem nilai, kondisi sosial dan infrastruktur yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Catatan: Penggalan Buku " Telikungan Kapitalisme Global Dalam Sejarah Kebangsaan Indonesia ", Karya Hasyim Wahid, dkk. Seri Pendidikan Politik, Penerbit LKiS, Hal. 41 )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-5673417460132923423?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/5673417460132923423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=5673417460132923423&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5673417460132923423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5673417460132923423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/10/membangun-masyarakat-baru.html' title='Membangun Masyarakat Baru'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPqB6uogUcI/AAAAAAAAAPc/A8WRcBwFngg/s72-c/new-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-5011415598225865811</id><published>2008-10-19T04:38:00.007+07:00</published><updated>2008-10-19T04:54:43.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Jalan Masih Panjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPpZo0XFetI/AAAAAAAAAPM/MDJc-jZNbzc/s1600-h/yoga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 220px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPpZo0XFetI/AAAAAAAAAPM/MDJc-jZNbzc/s200/yoga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258614072693586642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan itu masih panjang, sayang&lt;br /&gt;masik banyak pula penghalang di sana&lt;br /&gt;Hentikan rengekanmu&lt;br /&gt;Pacu semangatmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita masih harus....&lt;br /&gt;...terus berjuang&lt;br /&gt;Untuk sampai ditujuan perhentian&lt;br /&gt;atau....&lt;br /&gt;Kita tak lagi mampu berjalan&lt;br /&gt;atau....&lt;br /&gt;Diantara kita terpaksa berjalan sendiri&lt;br /&gt;Setelah menidurkan yang satu..., karena terpaksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan itu masih panjang sayang....&lt;br /&gt;Hentikan rengekanmu&lt;br /&gt;Pacu semangatmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuvusulikov, Jakarta, April 2001&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-5011415598225865811?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/5011415598225865811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=5011415598225865811&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5011415598225865811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5011415598225865811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/10/jalan-masih-panjang.html' title='Jalan Masih Panjang'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPpZo0XFetI/AAAAAAAAAPM/MDJc-jZNbzc/s72-c/yoga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-8289240922334239382</id><published>2008-10-13T09:39:00.004+07:00</published><updated>2008-10-13T09:47:30.077+07:00</updated><title type='text'>Politik Ketahanan Pangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ellyasa.blogspot.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPK2JzG0D9I/AAAAAAAAAOs/ut94M5k8_vc/s200/mas_elly.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256463994548654034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Oleh: Ellyasa KH Darwis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA yang salah dalam politik ketahanan pangan kita tampaknya. Khususnya dalam struktur pasar pertanian. Komoditi pangan yang menjadi hajat hidup orang banyak, sering mengalami kelangkaan dan tentu saja harganya mahal. Sementara pada saat musim panen, harga di tingkat petani sangat murah. Petani hanya menikmati marjin terkecil dalam mata rantai distribusi produk pertanan. Sayangnya, pemerintah tidak memiliki inisiatif politik untuk merubah struktur pasar yang tidak sehat ini dan selalu menyelesaikan dengan ad hoc melalui subsidi dan intensive.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kelangkaan kedelai, kini masyarakat sangat susah untuk mendapatkan minyak goreng di pasaran. Pedagang dan masyarakat menjerit, sampai kini pemerintah belum memiliki formulasi yang tepat bagaimana mengatasi masalah ini selain dengan kebijakan operasi pasar yang sampai kini efektifitasnya belum kelihatan. Minyak goreng masih saja susah dicari di pasaran dan harganya tak kunjung normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ...Sudah bukan rahasia lagi, selama ini struktur pasar pangan memang ada yang bermasalah. Kenaikan bahan komoditi pangan pada tingkat pasar, tidak dengan sendirinya memiliki implikasi terhadap kesejahteraan petani. Petani hanya mendapatkan margin terkecil dalam rantai distribusi.&lt;br /&gt; ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, masalah ini terkait dengan masalah ketahanan pangan. Struktur pasar produk pertanian, harus segera dipikirkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bukan rahasia lagi, selama ini struktur pasar pangan memang ada yang bermasalah. Kenaikan bahan komoditi pangan pada tingkat pasar, tidak dengan sendirinya memiliki implikasi terhadap kesejahteraan petani. Petani hanya mendapatkan margin terkecil dalam rantai distribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, harga produk pertanian ditentukan oleh segelintir pembeli. Terjadi praktik oligopsoni pada tingkat hulu. Para pembeli membeli produk hasil kepada petani saat panen. Petani tidak memiliki daya tawar untuk menentukan harga dan menjadi wajar kemudian apabila harga hanya ditentukan oleh pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat konsumen, produk hasil pertanian juga mengalami hal yang sama. Produk untuk konsumen hanya dilayani oleh hanya beberapa distributor besar. Oleh karena itu, menjadi tidak terhindarkan apabila pada bagian hilir pasar produk pertanian bersikap oligopolistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menjadi rahasia lagi, apabila mata rantai pasar selama ini dikuasai oleh segelintir pembeli. Para pembeli yang jumlah sedikit itu, tentu saja akan dengan leluasa menentukan harga produk komoditi pertanian kepada petani pada musim panen. Situasi seperti ini sudah berjalan sangat lama dan menjadi wajar pula apabila tingkat kesejahteraan petani, semakin lama semakin menurun. Sebab petani hanya memikmati margin keuntungan yang sedikit bahkan tidak jarang, hanya impas saja untuk menutup ongkos produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik oligopsoni seperti ini menandakan bahwa ada yang salah dalam mata rantai pasar pertanian. Mata rantai pasar komoditi pertanian selama ini memang hanya dikuasai oleh segelintir pengusaha besar. Demikian juga pada produksi hasil pertanian, produsen dan distributor kepada konsumen, juga hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Semua produk pertanan diserap oleh industri dan pararitel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan struktur pasar seperti ini, menjadi wajar dan niscaya adanya jika terjadi situasi seperti sekarang ini. Pada saat panen harga murah dan pada saat paceklik, harga mahal dan langka di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti, selagi struktur pasar produk pertanian seperti sekarang ini, maka tidak aka ada perubahan. Masalah pangan dan harga-harga komoditi pertanian lainnya, hanya akan ditentukan oleh segelintir perusahaan besar yang jumlahnya segelintir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, menjadi penting untuk memperkuat lembaga pemasaran produk-produk pertanian. Lembaga ini harus diperkuat agar mampu menjalan fungsi dan peran sebagai penyangga kesetabilan distribusi dan harga pangan. Dengan demikian, harga produk pertanian tidak bisa dengan leluasa ditentukan oleh segelintir pengusaha. Optimalisasi lembaga pemasaran, dengan sendirinya akan mencegah praktik oligopolitik sehingga struktur pasar produk pertanian bisa lebih adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ellyasa.blogspot.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, meski masalah demikian jelas, akan tetapi tidak ada kebijakan politik yang tegas dan jelas mengenai masalah struktur pasar produk pertanian yang pincang dan tidak adil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan menteri pertanian hanya terpokus kepada masalah intensive dan proteksi sebagai cara untuk menyelesaikan masalah kelangkaan produk pertanian ini. Kelangkaan kedelai dan kelangkaan minyok goreng misalnya, memang akarnya berpangkal dari menurunnya produksi pertanian. Petani enggan dan ogah untuk menanam kedelai karena hasilnya tidak menguntungkan dilihat dari sudut apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas memang dengan insentive dan subsidi akan menolong petani untuk bisa meningkatkan margin keuntungannya. Akan tetapi apabila dilihat lebih jauh, yang dibutuhkan bukan hanya kebijakan intensive dan atau subsidi semata. Jangan harap pula dengan kebijakan ini maka dengan sendirinya akan mendongkrak produk pertanian. Sebab subsidi satu masalah yang bisa menyelesaikan persoalan yang melilit petani sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang terbesar yang kemudian berimplikasi kepada menurunnya produksi pertanian adalah masalah struktur pasar yang pincang. Harga hanya ditentukan oleh segelintir pengusaha besar, sementara petani hanya menikmati margin keuntungan yang tipis dan tak jarang hanya impas saja untuk menutup ongkos produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang diperlukan kebijakan yang radikal. Diperlukan keberanian untuk merombak struktur pasar pincang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-8289240922334239382?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/8289240922334239382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=8289240922334239382&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/8289240922334239382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/8289240922334239382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/10/politik-ketahanan-pangan.html' title='Politik Ketahanan Pangan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SPK2JzG0D9I/AAAAAAAAAOs/ut94M5k8_vc/s72-c/mas_elly.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-9067805866830704066</id><published>2008-09-24T00:29:00.004+07:00</published><updated>2008-09-24T00:41:06.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><title type='text'>Kiai Wahab Berbagi Kebebasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkoLMUkEpI/AAAAAAAAALk/mSn57EtGy0g/s1600-h/NU.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkoLMUkEpI/AAAAAAAAALk/mSn57EtGy0g/s200/NU.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249271013428171410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;Dicuplik apa adanya dari:(A. Mun’im DZ- NU-online)- http://www.nu.or.id&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasawarsa 1950-an politik nasional belumlah stabil, di sana sini masih terjadi pemberontakan daerah. Hubungan antara sipil dengan militer juga masih tegang. Dalam situasi begini demokrasi liberal diperlakukan dengan sistem multi partai dan kebebasan pers yang tanpa batas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi politik seperti itu ditambah pers yang bebas menyiarkan apa saja, baik yang bersifat politik maupun kebudayaan, membuat negara ini semakin labil. Karena siaran itu dibaca dan diikuti masyarakat, sehingga pertikaian elite menjadi pertakaian di masyarakat bawah. Lagi pula banyak strategi militer dan rahasia negara disiarkan untuk umum. Hal itu tentu bisa mengancam keselamatan negara dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu Jaksa Agung Suprapto pada 1953 tidak tahan melihat ulah pers, yang telah membahayakan keselamatan negara. Lantas mengeluarkan edaran agar pers tahu diri dalam menyiarkan informasi, agar melakuakan selfsensor apa yang pantas dan tidak pantas diberitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan itu mendapat tanggapan keras tidak hanya dari kalangan pers sendiri, tetapi juga mendapat kecaman keras dari pimpinan partai politik. PSI yang menganjurka kebebasan menilai edaran itu telah melanggar hak asasi manusia dan kebebasan berbicara. Masyumi menilainya sebagai warisan kolonial yang selalu berusaha memberangus kebebasan pers. Kedua partai itu kemudian mengajukan mosi tidak percaya pada pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi hal itu KH Wahab Chasbullah dari Partai NU mengatakan bahwa pengusul mosi itu tidak konsekuen, sebab yang memiliki kebebasan berpendapat bukan hanya pers saja, tetapi semua warga negara, termasuk Jaksa Agung, kalau pers tidak mau dikekang Jaksa Agung juga jangan dikekang. Pers jangan naif hanya minta kebebasan, tetapi tidak mau memberi kebebasan pada pihak lain, ini tidak realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mosi yang diajukan PSI dan Masyumi itu kalah suara secara telak dengan perbandingan 76 lawan 41. Karena semua berpendapat bahwa kebebasan dari kemiskinan dan keterancaman dari musuh, dan kebutuhan terhadap keamanan negara, lebih penting ketimbang sekedar bebas untuk berbicara, yang hanya dimiliki sekelompok elite politik dan pengelola pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-9067805866830704066?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/9067805866830704066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=9067805866830704066&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/9067805866830704066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/9067805866830704066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/kiai-wahab-berbagi-kebebasan.html' title='Kiai Wahab Berbagi Kebebasan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkoLMUkEpI/AAAAAAAAALk/mSn57EtGy0g/s72-c/NU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-4302300287013283881</id><published>2008-09-24T00:03:00.008+07:00</published><updated>2008-09-24T00:45:32.167+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><title type='text'>Persekutuan DI dengan NEFIS Belanda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkpJDUOTpI/AAAAAAAAAL0/DxoFqyXZP2E/s1600-h/munim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkpJDUOTpI/AAAAAAAAAL0/DxoFqyXZP2E/s200/munim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5249272076162715282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;Dicuplik apa adanya dari:(A. Mun’im DZ - NU-online)- http://www.nu.or.id&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang melihat bahwa perjuangan DI-TII (Darul Islam – Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosuwirjo itu memang murni didorong oleh semangat Islam. Tetapi dalam kenyataannya perjuangan itu penuh dengan kepentingan jangka pendek yang merugikan. Bagaimana pemberontakan bersenjata yang dianggap sebagai jihad atau perjuangan suci itu ternyata dilakukan dengan berbagai cara yang tidak Islami.&lt;span class="fullpost"&gt; Mulai dari perampokan harta rakyat, menjarah aset negara, hingga bersekongkol dengan kolonial Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persekongkolan dengan Belanda ini memang benar-benar terjadi. Tetapi dalam buku Van Dijck maupun Denggel sama sekali tidak disebutkan adanaya persekongkolan berbahaya itu. Pada tahun 1954, Polisa dan Kejaksaan Agung RI membongkar adanaya kerjasama DI dengan tentara Belanda seperti Schemidt dan LN Jungschlanger, bekas aparat Nefis (Intel Angkatan Laut Belanda). Mereka tidak hanya memberi senjata, tetapi mengerahkan pasukan dan  juga mencetak uang palsu sebanyak 50 ribu lembar untuk kepentingan DI di Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas tindakan makarnya itu, mereka ditangkap, diadili, dan  dijatuhi hukuman berat oleh pemerintah Indonesia. Tetapi mereka mendapat pembelaan keras dari para advokat Belanda seperti Booman serta dukungan (support) dari para sarjana Amerika, seperti Henry P Devios (Universitas Colombia), Herry Gedeonse (Universitas Brooklyn), dan Harold Vourhoos (Universitas New York). Ini semata dilakukan karena anak Jungshlanger menjadi tentara Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu DI juga bersekongkol dengan Westerling yang lari ke Jawa Barat setelah membantai 40 ribu rakyat Sulawesi Selatan, sehingga sisa laskar penjajah itu kembali menemukan medan perjuangan. Bahkan Westerling mendapat tugas untuk membantai Presiden dan beberapa menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan itu, NU, sedari awal, menengarai petualangan DI yang berhaluan Islam Wahabi itu sebagai bughat (pemberontakan) terhadap pemerintahan RI yang absah, karena itu harus dilawan. Ini bukan karena NU mengekor pada Soekarno, tetapi ini tindakan makar yang tidak bisa dibenarkan secara syar’iyah, walaupun atas nama penegakan Negara Islam.  Apalagi, petualangan mereka itu sudah berani bermain api dengan melakukan kerjasama dengan tentara Belanda. Kerjasama ini berarti memberikan peluang kembalinya penjajahan Belanda di bumi pertiwi. Padahal dengan tegas NU telah mengeluarkan Resolusi Jihad, yang mewajibkan bagi seluruh umat Islam untuk mengusir  penjajah di manapun berada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-4302300287013283881?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/4302300287013283881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=4302300287013283881&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4302300287013283881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4302300287013283881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/persekutuan-di-dengan-nefis-belanda.html' title='Persekutuan DI dengan NEFIS Belanda'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNkpJDUOTpI/AAAAAAAAAL0/DxoFqyXZP2E/s72-c/munim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-2850818549467465960</id><published>2008-09-23T00:50:00.013+07:00</published><updated>2008-09-24T00:45:58.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Cerita. 3 Syari'ah Islam " Kebudayaan Lokal"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNgjA_QOxFI/AAAAAAAAALE/8UrDBqxMwgo/s1600-h/masjid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 168px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNgjA_QOxFI/AAAAAAAAALE/8UrDBqxMwgo/s200/masjid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248983865586795602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai sholat lohor, aku berdo'a sejenak seperti kebiasaanku, dan pengen bersantai sejenak di teras pondok pak Musadad sambil mengumpulkan pertanyaan-pertanyan yag akan aku sampaikan nanti. Tapi, itu tidak jadi aku lakukan, karena bapak itu masih khusuk dalam duduk tafakurnya, kuputuskan untuk menunggu saja.&lt;span class="fullpost"&gt; Tiba-tiba, pak Musadad berbalik kearahku dan menyodorkan tangannya, mengajak bersalaman. Sejenak aku terdiam, tidak memberi respon, karena timbul pertanyaan dibenakku, bukankah sewaktu aku datang kami sudah bersalaman, sebagai tanda perjumpaan dan silaturahim. Apa maksud salaman sehabis sholat ini...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahuma sholli'ala muhammad....." ucap bapak itu, sambil menyorongkan tangannya. Serentak aku sambut sambil mengucap sholawat juga. Dan pertanyaanku tadi tetap tidak terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo, mari kita keteras.." Ajak pak Musadad,sambil hendak berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau disini saja pak, biar seperti orang yang lagi belajar." Pintaku. Lalu bapak itu duduk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi saya bukan guru mas, belum pantas..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak apa-apa pak" jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu kita lanjutkan,tapi mas juga harus belajar dengan yang lain lagi, hendaknya mas cari guru yang bisa dan mengajari mas dengan benar dan sistematis." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berdasarkan Ayat Alqur'an yang tadi, dapat dikatakan bahwa hukum syari'ah bersifat fleksibel. Dimana penerapannya disesuaikan dengan kondisi manusia pada saat itu, baik pribadi maupun secara komunal. Perlu diingat bahwa pribadi-pribadi manusia itu berbeda, dan hidup secara berkelompok membentuk suatu komunitas dan saling berinteraksi. Karena adanya interaksi tersebut maka muncul aturan-aturan yang disepakati bersama, baik tertulis maupun tidak. Hasil interaksi itu membentuk sebuah budaya yang mereka jalani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedangkan agama merupakan salah satu sumber kebudayaan, bahkan ada yang memahami nya sebagai produk kebudayaan. Untuk sementara, saya mengganggap agama adalah sumber kebudayaan, karena itu penerapan hukum syari'ah kedalam suatu budaya lokal justru akan memperkaya nilai-nilai budaya lokal itu sendiri, ambil contoh soal pakaian. Syari'ah dengan jelas memberikan batasan dalam hal aurat yang harus ditutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, apakah ia menuntut model tertentu seperti pakaian di zaman Rasul SAW. Saya rasa tidak, karena agama memandang model itu sebagai simbol/mabna yang merupakan bagian dari semangat kreativitas budaya/tradisi manusia, dan itu dapat berubah-ubah tergantung kondisi manusia, mungkin karena waktu, tempat, iklim, zaman, komunitas, makanan pokok, tingkat libido dan lain sebagainya. Sedangkan ketentuan menutup aurat tidak berubah." Pak Musadad menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, Rasul SAW mengajarkan kita, terutama kaum wanitanya untuk memakai jilbab dan cadar?" Aku mencoba menyanggah contoh yang diberikan oleh bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar. Tapi harus diingat Islam diturunkan Allah SWT di lingkungan budaya Arab dan Rasul adalah orang Arab. Tapi apakah Islam itu identik dengan Arab, atau sebaliknya..? Tentu saja tidak. Islam diturunkan Allah RasulNya untuk seluruh umat manusia, bukan untuk satu bangsa atau kaum. Nah karena itu maka Islam dapat diterapkan pada karakter dan budaya masing-masing umat. Jelas fleksibel sekali kan...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini ada satu Hadis yang diriwayatkan oleh imam Turmudzi yang berkaitan dengan penerapan hukum syari'ah, terjemahannya seperti ini,&lt;br /&gt;" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalian, para sahabat, hidup di suatu zaman (zaman Rasul SAW), bila kalian meninggalkan 10% dari ajaran agama maka kalian akan hancur diazab Allah. Namun kelak, akan datang suatu zaman, kendatipun mereka baru mampu menerapkan 10% saja dari ajaran agama ini, mereka akan selamat dari ancaman azab"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bagi saya hadis ini dapat dipandang sebagai dorongan moral-spiritual bagi umat untuk berusaha semaksimal mungkin dalam penerapan hukum syari'ah sampai batas kemampuannya. Bukankah Allah juga menegaskan, bertakwalah engkau sesuai dengan kadar kemampuanmu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ittaqullah mastatha'tum&lt;/span&gt;. Semakin tinggi tingkat kesulitan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, semakin tinggi nilai penghargaan yang diperolehnya dari Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh...iya, hampir lupa. Saya ambil minum dulu ya mas." Kata bapak itu sambil pergi ke arah dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku, masih duduk bersila sambil mengerutkan dahi. " Ternyata tidak sesimple itu penerapan syari'at islam pada suatu bangsa, apalagi bangsa Indonesia yang sangat beragam ini. Sukunya, letak geografisnya, karakternya, makanannya sampai budayanya. Jelas akan banyak perbedaan bentuk aturan hukumnya. Tapi yang paling penting adalah penerapan nilai-nilai ajaran islam di dalamnya, dan terutama sekali adalah nilai ketauhidannya ada pada setiap produk budaya itu" Batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas, saya punya satu pertanyaan." Kata pak Musadad, sambil menyodorkan secangkir kopi panas di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah Allah SWT akan bertanya kepada kita, apa yang telah kamu hasilkan, atau seberapa besar pahalamu?" Kusimak dalam-dalam pertanyaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak pak," Jawabku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul itu mas. Karena yang akan ditanya itu adalah Apa upayamu atau apa usahamu, untuk mendapatkan pahalaKu." sambutnya jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa seperti itu? Karena upaya itu adalah hak yang dimiliki manusia, sedangkan hasilnya pada hakekatnya mutlak di tangan Allah SWT. Itu sebabnya kenapa Allah tidak akan bertanya pada hambaNya sesuatu yang ada di tanganNya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, melanjut soal syari'ah dan budaya tadi. Karena manusia itu sangat beragam dan tentu budayanya berbeda-beda,jelas akan ada perbedaan aturan/hukum yang dibentuknya. Tapi yang paling penting menurut saya adalah penerapan nilai-nilai ajaran islam di dalamnya, dan terutama sekali adalah nilai ketauhidannya ada pada setiap produk budaya itu." Aku sampaikan pemahamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar mas, dan seharusnya seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, dengan sendirinya akan terbentuk suatu perpaduan ajaran islam dengan budaya lokal, contohnya budaya Jawa islami, Bugis islami, Banjar islami dan Indonesia yang islami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Indonesia yang Islami. Jangan Indonesia yang Arabi, yaitu Arabisasi Indonesia atas nama Agama, seperti yang dilakukan beberapa kelompok/organisasi massa yang berlebel islam." Sambung pak Musadad sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk sementara obrolan kita sampai sini aja dulu mas, malam nanti atau besok kita lanjutkan lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, pak...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudahlah, mas nginap aja, nanti kita keliling Garut untuk lihat-lihat suasananya, Garut itu indah lho mas..." Bujuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf pak, saya lupa memperkenalkan diri. Dan risih rasanya dipanggil dengan "Mas" terus. Nama saya Himawan, pak." Aku perkenalkan diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"He he he,... saya pikir mas, eh, nak Himawan tidak ingin namanya saya ketahui." Canda pak Musadad ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sore itu kami keliling Garut, dan benar suasana kota itu indah dan udaranya sejuk, tapi tidak bisa menyejukkan perasaanku melihat kondisi negeri dan bangsa ini yang semakin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuvusulikov, Jakarta 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Kyai Bendo - Garut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-2850818549467465960?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/2850818549467465960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=2850818549467465960&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/2850818549467465960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/2850818549467465960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/cerita-3-syariah-islam-kebudayaan-lokal.html' title='Cerita. 3 Syari&apos;ah Islam &quot; Kebudayaan Lokal&quot;'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNgjA_QOxFI/AAAAAAAAALE/8UrDBqxMwgo/s72-c/masjid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-3163398839138789196</id><published>2008-09-22T05:49:00.009+07:00</published><updated>2008-09-24T00:46:57.960+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Cerita. 2: Syari'ah Islam "Berpijak Pada Kondisi"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNeTTrfzqwI/AAAAAAAAAK0/fTq3aiMARRs/s1600-h/Sya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 158px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNeTTrfzqwI/AAAAAAAAAK0/fTq3aiMARRs/s200/Sya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248825857026534146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan sudah berlalu, sejak pertemuan yang tak terduga tersebut. Tayangan di televisi mengenai topik syariat Islam sudah mulai berkurang. Entah, mungkin menurut media topik tersebut tidak layak jual lagi, pastinya untuk sementara, dan yang lagi hangat-hangatnya soal kenaikan BBM.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil otak-atik computer dan melayang-layang di dunia maya, entah kenapa aku jadi teringat bapak yang memberiku penjelasan mengenai syariat islam, mungkin karena aku ngeklik situs yang nuansanya syariat banget kali. Aku ambil secarik kertas yang berisikan alamat bapak itu.&lt;br /&gt;“Pak Musadad, Jl. Tarogong No. 6 Garut.” Aku baca tulisan diatas kertas itu. Tiba-tiba saja aku berniat untuk berkunjung kesana besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, aku sudah dalam perjalanan ke Garut, menuju rumah bapak itu. Di mana-mana terlihat berbagai spanduk yang berisikan macam-macam tema di sepanjang jalan. Ada yang bertema Partai Politik, Himbauan Pemerintah, Iklan dan ada juga yang bertema Syariat Islam. Beberapa saat kemudian aku tiba di alamat pak Musadad, kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalaamualaikum…..” ucapku&lt;br /&gt;“Wa alaiikum salaam, sampai juga rupanya mas ini ke tempat saya” Jawab pak Musadad sambil menyalamiku dengan hangat, walau dia belum tahu namaku dan hanya sekali bertemu pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu rasanya ingin aku mencium tangannya, karena dalam hati aku sudah menganggap dia sebagai guruku. Mencium tangan seorang guru aku rasa layak dilakukan seorang murid, walaupun itu hanya tradisi, bahkan bukan tradisi bangsa ini, tradisi cium tangan ini konon katanya tradisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kaum Syiah&lt;/span&gt;. Tangan bapak itu akhirnya kucium juga sebagai penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak perlu seperti ini mas….” Kata bapak itu ingin mencegah. Tapi tetap tangan itu kucium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa pak, walau ini bukan tradisi atau budaya bangsa kita, saya rasa hal ini bisa kita ikuti sebagai penghormatan anak, adik atau murid terhadap orang tua, kakak dan guru. Toh tidak ada bedanya dengan saling rangkul atau cipika-cipiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ha ha ha…..” Bapak itu tertawa sambil menepuk-nepuk pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian waktu ngobrol-ngobrol ringan dan saling Tanya kabar, serta menyeruput secangkir kopi panas dan makan singkong rebus, aku lanjutkan dengan bertanya soal Syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, saya ingin dengar penjelasan bapak soal syariat/hukum Islam lebih jauh, sebagai lanjutan diskusi, maksud saya pembelajaran kita waktu itu.” Sengaja aku tekan kata pembelajaran, untuk menegaskan pada bapak itu kalau aku ingin tahu lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya, sampai dimana waktu itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sampai pada umat yang tidak punya kapasitas dan kapabilitas keilmuan boleh juga berijtihad, tapi berijtihad dalam bermadzhab yang cocok untuk dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, ya…., nah sebagai dampak dari kebebasan ber ijtihad itu terlihat jelas pada realita yang ada, sebagai contoh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Madzhab Syafi’i&lt;/span&gt; dianggap cocok dan mayoritas di daerah tropis seperti Malaysia, Brunei dan bangsa kita Indonesia. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Madzhab Hanafi dan Hambali&lt;/span&gt; sangat cocok di daerah subtropis seperti Negara-negara di Asia Tengah yaitu India, Pakistan, Saudi Arabia dan Kuwait.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Madzhab Maliki&lt;/span&gt; di daerah sekitar kutub seperti Andalus, Maroko, Tunis dan Al jazair.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Madzhab Imamiah&lt;/span&gt; di Iran dan kaum Syi'ah.” Kemudian bapak itu melanjutkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu, umat juga diberi wewenang untuk berijtihad di dalam penerapan hukum syariah, dalam hal ini umat berijtihad dengan beragam cara, ada yang melalui formalisasi agama, jalur politik, dan ada juga yang melalui jalur kultur/budaya religi yaitu penerapan hukum syariat yang berpijak kepada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kondisi umat&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada hal yang harus dipahami menurut saya, yaitu Hukum Syariah dalam batasan tertentu masih berstatus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;teoritis-idealis&lt;/span&gt;, karena finalnya tidak terletak pada tataran konsep, tapi pada kondisi penerapannya, oleh karena itu hukum syariah bersifat sangat kondisional, inilah yang menunjukkan bahwa syariat islam itu fleksibel atau tidak kaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kira-kira seperti itu. Sebagai contoh saja, sesuatu yang menurut hukum syariah wajib apabila belum terpenuhi faktor penyebab, syarat dan ada faktor kendala, hukum wajib itu bisa berubah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Contohnya apa pak, sesuatu yang diwajibkan dalam syariah bisa berubah status hukumnya?” Tanyaku ingin penjelasan yang lebih konkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, misalnya ibadah Haji, menurut syariah itu wajib, bahkan merupakan rukun Islam, tapi karena faktor syarat dan kondisi seseorang seperti kesehatannya, ekonominya dan sarana yang tidak ada, apa dia tetap wajib melaksanakan ibadah haji, saya rasa hukumnya menjadi tidak wajib, dan masih ada lagi contoh lainnya” Jawab bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, oleh karena itu penentu utama dalam pelaksanaan hukum syariah adalah kemampuan dan kondisi umat yang menjadi sasaran dari hukum syariah itu. Coba mas, pelajari  Ilmu Usul Fiqih atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al ahkaam al wadl’iyah&lt;/span&gt;, yakni faktor sebab, syarat dan keberadaan kendala, dengan itu nanti mas, akan tahu penerapan hukum syariah yang seirama dengan kebijakan agama dapat diberlakukan melalui upaya peng-kondisian umat yang dalam bahasa sosiologinya sering disebut jalur kultur/budaya religi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitu ya pak..." Kataku takjub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya rasa seperti itu, dalam peng-kondisian tersebut Allah SWT selalu memerintahkan kepada umat untuk menghindari segala sesuatu yang sulit. Seperti yang terdapat di dalam Alqur’an Surat Thaha ayat 2, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah&lt;/span&gt;.” Kira-kira seperti itu terjemahannya.” Jawab pak Musadad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah , jadi penerapan hukum Syari'ah itu juga harus berpijak pada kondisi yang ada mas. Sudah adzan lohor, jika berkenan mari kita sholat bareng.” Bapak itu mengajakku ramah. Pada saat itu terdengar suara adzan, dan iramanya khas Sunda. Kami pun sholat berjama’ah…………………………………………………………………………………………………!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuvusulikov, Jakarta 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Kyai Bendo - Garut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-3163398839138789196?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/3163398839138789196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=3163398839138789196&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3163398839138789196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3163398839138789196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/cerita-2-soal-syariah-islam.html' title='Cerita. 2: Syari&apos;ah Islam &quot;Berpijak Pada Kondisi&quot;'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNeTTrfzqwI/AAAAAAAAAK0/fTq3aiMARRs/s72-c/Sya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-8258767732842257472</id><published>2008-09-21T23:05:00.013+07:00</published><updated>2008-09-22T19:47:59.256+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Cerita. 1: Syari'ah Islam.."Madzhab dan Ijtihad"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNaLIZsd1oI/AAAAAAAAAKk/1x54UApheAU/s1600-h/Bln-bintang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNaLIZsd1oI/AAAAAAAAAKk/1x54UApheAU/s200/Bln-bintang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248535392199497346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Tegakkan Syariat Islam di Indonesia" Pekik seseorang di kerumunan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allahuakbar...." sambut yang lainnya serentak. Saat itu, di depan Istana Kepresidenan, berkumpul massa ribuan orang, mereka menyuarakan untuk menjalankan Syariat Islam di Indonesia, dan bahkan ada yang berteriak untuk mendirikan negara islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Massa demo tersebut berpakaian yang eksklusif, berjubah dan bersorban, laiknya pakaian orang Arab. Selain spanduk yang berisikan slogan-slogan Islam, seperti Jihad, Hukum Qisas dan beberapa tulisan Arab, mereka juga ada yang bawa tongkat bahkan pedang, persis seperti orang yang mau berperang. Peristiwa ini aku saksikan di terminal bis lewat sebuah saluran TV, bahkan hampir semua saluran TV di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah..., serem juga ya mereka itu mas?" tiba-tiba seorang bapak disampingku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud bapak...?" tanyaku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya demonstran itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tapi tujuan mereka jelas dan baik, bukankah Syariat Islam itu baik pak?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, tapi syariat atau hukum Islam yang bagaimana?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya syariat atau hukum yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, seperti yang ada di Alquran." Jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tapi menurut saya Allah menurunkan syariah tidak dalam bentuk hukum siap pakai, tapi memberikan kepada manusia lewat Nabi dan Rasulnya mashaadir syar'iyyah atau bahan hukum yaitu Alquran dan Hadist." Kata bapak itu, tidak ada kesan menggurui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya bagaimana pak, maaf saya tidak begitu paham soal ini." Kataku meminta penjelasan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi maaf ya mas, saya bukan ustad, kyai atau ulama, saya hanya orang awam saja." Kata bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tidak jadi soal bagi saya pak, kalau penjelasan bapak itu lebih masuk akal, kenapa saya harus menolak hanya karena bapak bukan ustad, bukan kyai atau ulama. Dan saya membutuhkan penjelasan yang masuk akal dari pada sekedar dokrin." Jawabku dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, baiklah, kita sama-sama belajar ya. Mudah-mudahan bermanfaat." Kemudian bapak itu menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena Alquran dan Hadis sebagai bahan hukum, maka Allah memberi ruang atau wewenang kepada umat untuk mengolahnya, siapa umat tersebut menurut saya yang paling utama adalah ulama sesuai kapasitas dan kapabilitasnya, mereka itu disebut dengan Mujtahid. Pemahaman mereka terhadap bahan hukum tersebut harus sudah teruji, yaitu melalui proses yang namanya Ijma', dan apabila mayoritas ulama menyatakan bahwa pemahan tersebut bersih dari unsur kesesatan maka pemahaman tersebut mendapat legitimasi agama dan menjadi acuan hukum. Nah jika ada ketidak transparanan dan penolakan terhadap proses uji tersebut ada kemungkinan pemahaman tersebut merupakan bagian dari kesesatan, wallahu 'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada juga yang namanya qiyas, yaitu proses ijtihad dilakukan melalui analogi terhadap hukum syariah yang telah ada, atau alasan hukum yang diambil berdasarkan perbandingan/persamaan dengan hal yang sudah ada dalam hukum Islam. Jadi menurut saya sumber hukum syariah itu ada 4 tahapan, yaitu Alquran, Hadis, Ijma' dan Qiyas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oo.., begitu ya pak, ini pengetahuan baru bagi saya." Kataku sambil mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu pasti ada hikmah dibalik pemberian wewenang ijtihad yang Allah berikan kepada umat atau manusia?" Tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya ada beberapa hikmah, antara lain&lt;br /&gt;  1. Hukum syariah tidak akan melampaui batas kemampuan umat&lt;br /&gt;  2. Ada motivasi keilmuan untuk memahami sumber hukum yaitu Alquran dan Hadis.&lt;br /&gt;  3. Terdapat beberapa alternatif hukum dalam masalah yang sama.&lt;br /&gt;  kira-kira seperti ini menurut saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksud dari ada beberapa alternatif hukum itu bagaimana pak?" Tanyaku meminta penjelasan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya, karena umat melalui ulama diberi wewenang dalam mengolah bahan/sumber hukum tadi, terkadang ada perbedaan pendapat di antara mereka untuk masalah yang sama. Sampai saat ini ada 4 madzhab yang diakui oleh banyak ulama yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali, disamping ada beberapa madzhab yang lain. Para ulama madzhab ini memiliki toleransi yang kuat terhadap perbedaan pendapat tersebut. Sep[erti perkataan mereka jika menemui 2 pendapat yang berbeda diantara mereka " Pendapat ini benar, pendapat yang itu lebih benar" atau " Pendapat itu kuat, pendapat yang satunya lemah" atau "Dalam masalah ini ada 2 pendapat". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu, bagi kita yang awam dalam soal keilmuan dan pemahaman hukum syariah, apa dibolehkan berijtihad?" Tanyaku meminta penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya sudah pasti diberi hak untuk berijtihad, tapi berijtihad dalam memilih madzhab apa yang cocok bagi kita tanpa ada paksaan dari siapapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, pak menarik sekali penjelasan yang bapak berikan. Terus terang saya sangat berterimakasih dengan penjelasan bapak, pengetahuan saya jadi tambah soal hukum syariat ini. Jika bapak berkenan, saya ingin banyak belajar mengenai ini dari bapak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hanya pendapat saya saja mas. Lebih baik mas belajar dengan ustad atau kyai, mereka lebih pantas untuk itu, jangan dari saya." Jawab bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paling tidak berdiskusi saja pak, bagaimana?" Tanyaku lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insyaallah mas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, boleh saya minta alamat dan nomor telpon bapak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini mas." Bapak itu menyerahkan secarik kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih pak, insyaallah saya kerumah bapak." Kataku sambil menjabat tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahuakbar...Terapkan Syariat Islam....." Teriakan massa terus terdengar di televisi, dan hampir seluruh stasiun TV masih menyiarkan demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok massa yang mengatas-namakan ormas islam tersebut, diselingi dengan dialog-dialog para pengamat, ulama dan politikus negeri ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yuvusulikov, Jakarta 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Kyai Bendo - Garut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-8258767732842257472?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/8258767732842257472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=8258767732842257472&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/8258767732842257472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/8258767732842257472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/cerita-1-soal-syariat-islam.html' title='Cerita. 1: Syari&apos;ah Islam..&quot;Madzhab dan Ijtihad&quot;'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNaLIZsd1oI/AAAAAAAAAKk/1x54UApheAU/s72-c/Bln-bintang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-4980091998119484976</id><published>2008-09-21T22:37:00.003+07:00</published><updated>2008-09-21T22:46:10.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Belajar Dalam Hidup 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNZqzHYkm0I/AAAAAAAAAKc/ImGeV459P5o/s1600-h/simbol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 55px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNZqzHYkm0I/AAAAAAAAAKc/ImGeV459P5o/s200/simbol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248499842134874946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aku dan Titah Mu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam balutan lembut cahya bulan&lt;br /&gt;Dalam belaian mesra angin malam&lt;br /&gt;Dalam dekapan merdu suara ombak&lt;br /&gt;Di pantai nyata dunia Mu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu Kau tusuk-tusuk jantungku&lt;br /&gt;Dengan itu Kau tarik-ulur lidahku&lt;br /&gt;Dengan itu Kau ombang-ambingku&lt;br /&gt;Di pantai rasa dunia Mu&lt;br /&gt;Dengan itu….&lt;br /&gt;Sedalam itu Kau sentuh kalbuku&lt;br /&gt;Kau tegakkan tubuhku&lt;br /&gt;Kau tundukkan kepalaku&lt;br /&gt;Kau gerakkan jemariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu…..&lt;br /&gt;Sedalam itu Kau perdengarkan suara Mu&lt;br /&gt;Kedalam semua ruangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan itu…..&lt;br /&gt;Dalam nama Mu&lt;br /&gt;Dalam sifat Mu&lt;br /&gt;Dalam laku Mu&lt;br /&gt;Kau titah aku bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan….&lt;br /&gt;Apa aku mampu memaknai titah Mu…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuvusulikov, Jakarta, 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-4980091998119484976?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/4980091998119484976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=4980091998119484976&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4980091998119484976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4980091998119484976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/aku-dan-titah-mu.html' title='Belajar Dalam Hidup 2'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNZqzHYkm0I/AAAAAAAAAKc/ImGeV459P5o/s72-c/simbol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-5926655857148147209</id><published>2008-09-18T20:01:00.014+07:00</published><updated>2008-09-24T00:47:53.244+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Sholawat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNUnQhUp65I/AAAAAAAAAKM/TsmxFMFo-uI/s1600-h/ikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNUnQhUp65I/AAAAAAAAAKM/TsmxFMFo-uI/s200/ikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248144105546574738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salawat adalah do’a yang dipanjatkan untuk Rasulullah Muhammad saw dan keluarganya, agar kesejahteraan, kebahagian dan kemulian senantiasa Allah abadikan bagi mereka.&lt;br /&gt;Mengapa kedudukan shalawat begitu penting?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya sekedar bukti kecintaan kita kepada Muhammad, tapi karena perintah Allah swt yang mewajibkan setiap ciptaannya untuk menyampaikan shalawat kepada UtusanNya tersebut, sehingga ucapan shalawat itupun diajarkan langsung oleh Allah dalam Alqur’an. Kenapa Allah memberikan hak yang paling mulia tersebut kepada Muhammad, ini karena kedudukan Beliau yang begitu mulia di sisi Allah dibanding makhluk ciptaanNya yang lain, sampai-sampai Allah menambah hak yang hanya diberikan khusus untuk Muhammad saw, yaitu Syafa’at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Shalawat, kita berharap semoga Muhammad Rasulullah memberi kita syafa’at, yang mana syafa’at tersebut bukan sekedar rekomendasi saja, tapi juga do’a permohonan Muhammad Rasulullah kepada Allah, inilah megapa shalawat disebut sebagai Pintu segala do’a/permohonan. Jumhur Ulama mengatakan tidak sempurna dan tidak sampai do’a seseorang tanpa didahului dan diakhiri dengan shalawat.&lt;br /&gt;Satu kesimpulan yang dapat dipahami antara lain adalah, do’a/permohonan kita  dikabulkan Allah bukan karena do’a kita tersebut, tapi karena do’a dari Muhammad Rasulullah yang merekomendasikan do’a tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah satu dari sekian banyak makna/hikmah Shalawat, yang tidak dapat saya sampaikan karena keterbatasan bahasa dan pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-5926655857148147209?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/5926655857148147209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=5926655857148147209&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5926655857148147209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5926655857148147209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/sholawat.html' title='Sholawat'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SNUnQhUp65I/AAAAAAAAAKM/TsmxFMFo-uI/s72-c/ikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-4245889408241281573</id><published>2008-09-16T02:45:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T00:50:21.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Taubat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM7KElkqgUI/AAAAAAAAAIA/JF9a3eS5oyk/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM7KElkqgUI/AAAAAAAAAIA/JF9a3eS5oyk/s200/Untitled-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246352796087386434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, aku ketemu seorang kakek, tapi penampilan seperti anak muda yang perkasa dan necis, tapi yang menarik itu senyumannya, istimewa. Melihat dia tersenyum padaku, seakan-akan aku disiram dengan air sejuk di teriknya matahari. Tapi kali ini dia yang menegurku lebih dulu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalaamualaikum nak.." sapanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wa alaiikum salam," jawabku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak muda kok lemes gini, yang tegas dan penuh optimis." Lanjut kakek itu semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf kek, lagi suntuk nih." jawabku sekilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Koq masih suntuk, seharusnya penuh semangat. Apalagi selesai sholat dan berdo'a, harusnya semangat karena kita sudah menghadap dan memohon pertolongan Nya."&lt;br /&gt;Pada saat itu, kami ada di sebuah mushola dan baru saja selesai melaksanakan sholat dzuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya kek, terimakasih" masih pelan aku menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau boleh tahu ada apa kiranya, sampai kamu seperti ini, maaf kalau ikut campur."&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja aku ungkapkan apa yang jadi ganjalan di hati ku, nyerocos seperti mau tumpah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tadi saya sudah melakukan maksiat untuk yang kesekian kali, padahal saya sudah bertaubat, tapi selalu saja saya ulangi lagi, dan lagi. Saya menyesal dengan perbuatan itu, tapi saya tidak bisa menghindar dari godaan-godaan setan. Dasar setan terkutuk." Suaraku keras, seakan berteriak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oh..." Kakek itu mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Saya telah melakukan ....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Stop, jangan kamu teruskan. Biar saja hanya kamu dan Tuhan yang tahu apa yang telah kamu perbuat itu. Jangan kamu buka aibmu di depan makhluk, kalau memang terbuka biar Tuhan yang membukanya." Kakek itu memotong perkataanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tapi bagaimana kek, batin saya rasanya tertekan sekali." Kataku pelan, dan air mataku menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sudahlah, yang penting kamu harus selalu bertaubat akan perbuatan maksiatmu, dan membuatmu tertekan karena merasa berdosa pada Tuhan." Kakek itu menasehatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nak, Taubat itu adalah pengakuan bahwa diri itu banyak melakukan perbuatan yang tidak diridloi Allah, lalai dalam kewajibannya, gemar melakukan perbuatan yang dilarang. Namun, Taubat tidak hanya diucapkan, tapi disertai kesungguhan hati dan perbuatan serta berusaha untuk melakukan perbaikan. Taubat, ini penting bagi kita, sebagai ikrar penghambaan diri kepada Yang Maha Rahman. Hal ini menguatkan posisi insan sebagai makhluk Tuhan, yaitu yang diciptakan, yang tidak memiliki apa-apa, kecuali Kebijaksanaan Tuhan yang meminjamkan Sifat dan PerbuatanNya kepada makhluknya, dengan maksud untuk menyembah Nya. Jadi, pada dasarnya taubat adalah pengakuan penghambaan makhluk kepada Tuhannya." Perkataan kakek ini membuatku tertunduk, dan menyimaknya dengan serius. Kemudian dia lanjutkan pembicaraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oleh karena itu, Allah sangat menyukai hambanya yang sering bertaubat, bukan karena sering berbuat dosa, melainkan karena pengakuan penghambaan itu. Sebagai contoh, Rasulullah Muhammad saw, bertaubat/istighfar minimal 70 kali dalam sehari, apakah karena berdosa.? Padahal kita tahu bahwa beliau sudah dijamin Allah dari perbuatan dosa, dan akhlak beliau sangat sempurna. Namun karena Pengakuan sebagai hamba itulah yang membuat beliau selalu bertaubat. Inilah yang membuat posisi Rasulullah Muhammad saw menjadi sangat mulia, selain karena kehendak dan janji Allah. Karena perbuatan ini pula, yang menjadi salah satu sebab beliau mendapatkan hak Syafa’at dan salawat dari Allah sehingga hak beliau tersebut menjadi kewajiban bagi setiap makhluk untuk bersalawat kepada beliau. Jadi begitu pentingnya posisi taubat bagi seorang hamba untuk menjadi dekat kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nah, mulai sekarang sering-seringlah bertaubat, bukan karena merasa berdosa saja, tapi karena harus. Insyaallah, pelan-pelan kamu dapat meninggalkan perbuatan maksiat itu untuk selamanya. Teruslah berusaha nak, Assalamualaiikum....." Kata kakek itu sambil berdiri dan pergi meninggalkanku sendiri. Dan kepergiannya itu diiringi dengan senyum istimewa dan sikap optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat kakek itu berjalan dengan tegap, seperti seorang ksatria pemberani menyosong peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yuvusulikov&lt;/span&gt;, Jakarta 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Foto modifikasi&lt;/span&gt;: KH. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-4245889408241281573?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/4245889408241281573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=4245889408241281573&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4245889408241281573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4245889408241281573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/taubat.html' title='Taubat'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM7KElkqgUI/AAAAAAAAAIA/JF9a3eS5oyk/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-2237272573733582337</id><published>2008-09-16T01:27:00.000+07:00</published><updated>2008-09-21T22:18:12.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><title type='text'>Meditasi Pernafasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM6137mZu9I/AAAAAAAAAH4/XeqeMDbmUos/s1600-h/Yoga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM6137mZu9I/AAAAAAAAAH4/XeqeMDbmUos/s200/Yoga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246330588429401042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita merasa suntuk, dada rasanya terhimpit benda berat, atau apalah yang membuat kita merasa tertekan. Ada banyak cara untuk bebas dari rasa itu, yang paling tepat adalah selesaikan apa yang jadi penyebabnya. Tapi kadang, bahkan sering kita tidak mampu menyelesaikannya dan bahkan lari dari persoalan tersebut, atau bahkan tidak tahu apa yang jadi penyebab rasa tersebut. Secara sederhana sebenarnya semua itu berasal dari pikiran/akal kita, makanya sering orang sebut "mati akal", karena sel-sel syaraf di otak kita tidak bekerja dengan maksimal, padahal dia bisa mengeksplor secara tak terbatas alam ini. &lt;span class="fullpost"&gt;Satu cara yang bisa digunakan adalah Meditasi, meditasi ini banyak macamnya. Satu model yang aku kenal yaitu Meditasi Pernafasan. &lt;br /&gt;Sebelumnya aku mau sampaikan sedikit apa itu nafas (konon menurut apa yang diajarkan Sunan Kalijaga, semoga benar). Dalam ajaran Islam Jawa ada 4 jenis nafas, yaitu:&lt;br /&gt;1. Nafas, adalah Tali Tubuh yang dipahami sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;titian tubuh&lt;/span&gt;, letaknya ada di dalam hati suweda ( hati yang menjembatani pikiran yang suci), wujudnya adalah udara yang keluar dari badan, udara ini mengandung CO2 dan keluar dengan sendirinya secara normal, karena CO2 keluar maka pikiran menjadi jernih.&lt;br /&gt;2. Tanafas, adalah Tali Hati, yang mengikat hati &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sirri&lt;/span&gt; (rasa hati), adalah sumber dari perasaan hati yang jernih dan letaknya ada di daerah pusat (puser), wujudnya adalah udara segar yang mengandung O2 yang masuk kedalam tubuh.&lt;br /&gt;3. Anfas, adalah Tali Ruh, yaitu tali yang mengikat Ruh dengan Jasmani yang letaknya ada di Jantung, wujudnya udara yang ada di dalam tubuh (udara yang ditahan/tertahan didalam tubuh).&lt;br /&gt;4. Nufus, adalah Tali Rahsa/rasa, merupakan jembatan jantung yang menghubungkan rasa dengan atma, letaknya di dalam bagian jantung yang berwarna putih (beraura putih), wujudnya udara yang bergerak dari kiri ke kanan dan meliputi segenap tubuh jasmani dan rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, bagaimana cara meditasi pernafasan tersebut. Ada beberapa tahap yang dilakukan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Berwudlu/bersuci (Bersihkan diri dulu )&lt;br /&gt;2. Duduk yang nyaman/relax (posisi apa saja terserah, yang penting nyaman, sebaiknya duduk bersila), pejamkan mata dan tutup mulut.&lt;br /&gt;3. Hembuskan nafas secara perlahan dari hidung&lt;br /&gt;4. Hirup udara perlahan-lahan, dan bayangkan daya bergerak dari pusat/puser menuju jantung (bagian dada kiri), terus ke hati, lalu kembali ke pusat/puser lalu naik lurus ke ubun-ubun.&lt;br /&gt;5. Tahan sejenak. (kira-kira 3 - 5 ketukan)&lt;br /&gt;6. Hembuskan nafas perlahan-lahan, dan bayangkan daya bergerak mengitari tubuh dari kiri ke kanan, yaitu dari ubun-ubun menjalar ke bagian tubuh sebelah kiri belok ke kanan pada posisi datar duduk sampai bagian kanan tubuh, terus naik ke ubun-ubun lalu turun ke pusat/puser.&lt;br /&gt;7. Tahan sejenak.&lt;br /&gt;Kemudian ulang dari tahap ke 3 dan seterusnya.&lt;br /&gt;Lakukan ini sedikitnya 11 kali, sebaiknya sambil dzikir atau mengingat Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan meditasi pernafasan ini dapat membatu kita mengatasi perasaan tertekan itu. &lt;br /&gt;Sekian aja.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yuvusulikov&lt;/span&gt;, Jakarta 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-2237272573733582337?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/2237272573733582337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=2237272573733582337&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/2237272573733582337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/2237272573733582337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/meditasi-pernafasan.html' title='Meditasi Pernafasan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM6137mZu9I/AAAAAAAAAH4/XeqeMDbmUos/s72-c/Yoga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-4744000350030431394</id><published>2008-09-12T23:19:00.002+07:00</published><updated>2008-09-23T19:37:07.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Bekerja Pada Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM1pMXEbPmI/AAAAAAAAAHM/_JeYcTx-aCI/s1600-h/images-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM1pMXEbPmI/AAAAAAAAAHM/_JeYcTx-aCI/s200/images-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245964802028420706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siang ini aku di stasiun kereta Senen, menunggu kereta menuju Surabaya, hendak hati ingin mudik ke Banyuwangi untuk berlebaran dengan keluarga. Jadwal kereta berangkat sih entar sore, karena jumlah penumpang yang membludak, aku putuskan siang ini sudah di stasiun, kawatir gak dapat tempat, maklum kereta yang akan kutumpangi adalah kereta ekonomi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam penantian yang cukup panjang itu, aku ngobrol dengan seorang kakek bersahaja, kebetulan dia juga mau ke Surabaya terus melanjutkan perjalanannya ke Jember.&lt;br /&gt;"Puasa kek.."tanyaku (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;seakan aku orang yang paling taat&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;Kakek itu hanya tersenyum. Sebuah jawaban yang penuh makna, kemudian aku sadar aku telah membuka perkenalan dengan pertanyaan yang salah. Senyum kakek itu lebih bermakna ibadah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;"Maaf kek, sendirian..."&lt;br /&gt;Lagi-lagi dia tersenyum, bahkan senyumnya lebih istimewa dari sebelumnya, lebih penuh makna. Aku semakin terperanjat dan salah tingkah. Dan kemudian aku hanya garuk-garuk kepala, bukan karena ketombe atau kutu, tapi rasa gatal itu seakan ada di dalam kepalaku.&lt;br /&gt;"Kulo, mau ke Surabaya mas.., sampean..?"&lt;br /&gt;"Sama kek, ke Surabaya juga. Surabayanya di mana kek..?"&lt;br /&gt;"Di stasiun Turi" jawabnya&lt;br /&gt;"Rumah kakek dekat stasiun?"&lt;br /&gt;"Tidak, dari sana kulo melanjutkan ke Jember mas"&lt;br /&gt;"O..., saya ke Banyuwangi kek"&lt;br /&gt;Kemudian tidak ada dialog lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;..................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kereta tujuan Surabaya datang, baru ada kata yang terucap dariku.&lt;br /&gt;"Mari kek, kita sama-sama masuk"&lt;br /&gt;"Monggo..."&lt;br /&gt;Dengan berdesak-desakan, aku masuk ke gerbong sesuai dengan tiketku, dan kebetulan kakek itu juga di gerbong yang sama. Harus dengan usaha yang keras untuk dapat tempat duduk. Dorong sana, dorong sini..., berhasil, kami dapat tempat duduk.&lt;br /&gt;Setelah duduk, kakek itu berkata, seakan akan untuk semua orang.&lt;br /&gt;"Seperti orang yang mau cium Hajar Aswad, untuk mendapatkan tempat duduk. Harus berjuang"&lt;br /&gt;Tujuhbelas menit kemudian kereta mulai bergerak, dan tujuhbelas menit kemudian saat berbuka tiba.&lt;br /&gt;Allahu Akbar.....Allahu Akbar.... Seketika itu aku minum dan makan kue yang kubawa, persis seperti orang yang sangat lapar. Aku tidak menghirauan pandangan kakek disebelahku, mungkin dia tersenyum melihat tingkahku, ah perduli amat dengan tatapan itu, aku sudah lapar dan bukankah adzan tadi pertanda saat untuk membatalkan puasa sejak pagi tadi.&lt;br /&gt;"Bagaimana mas, nikmat berbukanya..." tanya kakek itu kemudian.&lt;br /&gt;"He eh...."&lt;br /&gt;"Pelan-pelan saja mas, pasti akan lebih nikmat. Apalagi disertai do'a dan rasa syukur, pasti lebih nikmat."&lt;br /&gt;"He eh, iya kek, terimakasih" Jawabku, dan kakek itu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam lagi.&lt;br /&gt;.........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuhbelas menit kemudian. Aku mulai mengajak ngbrol kakek itu.&lt;br /&gt;"Kek.., tadi kakek sedang apa, bergerak-gerak penuh irama seperti itu padahal kereta tidak tersendat sendat."&lt;br /&gt;"Hanya menjalankan apa yang jadi perintah saja mas."&lt;br /&gt;"Perintah apa dan siapa yang yang memerintahkan kakek untuk bergerak seperti itu."&lt;br /&gt;"Mas lupanya, ada waktu-waktu yang sudah ditetapkan untuk menjalankan apa yang sudah diperintahkan."&lt;br /&gt;"........, Masyaallah. Maafkan saya telah bertanya dengan pertanyaan bodoh." Saat itu aku langsung bertayamum, karena tidak tersedia air di kereta. Aku sholat maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam lagi.&lt;br /&gt;...........................................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuhbelas menit kemudian, (Waktu yang panjang untuk melakukan sholat maghrib dan berdo'a). Kami ngobrol kembali.&lt;br /&gt;"Maaf kek, lama sekali saya sholat dan berdo'anya"&lt;br /&gt;"Bagus mas, lebih lama dari itu malah lebih baik. Bukankah sholat dan berdo'a adalah saat kita berdialog bahkan bertatap wajah dengan Sang Khalik. Seharusnya mas bersyukur diberi waktu yang lama untuk berdialog dengan Nya. Sedangkan kulo hanya sebentar, karena ada perintah yang lain yang harus kulo laksanakan."&lt;br /&gt;"Perintah apa itu kek.' tanyaku heran.&lt;br /&gt;"Mengingatkan sampean..."&lt;br /&gt;"Siapa yang memerfintahkan itu kek"&lt;br /&gt;"Ya Gusti Allah mas.."&lt;br /&gt;"Jadi.......?" Aku hanya terbengong-bengong.&lt;br /&gt;"Bukan cuma kulo yang diperintah Gusti Allah, tapi semua makhluk itu diperintah oleh Nya mas." Kakek itu mulai menjelaskan.&lt;br /&gt;"Terutama makhluk yang disebut manusia diperintah oleh Gusti Allah, bukankah sudah ada dalam kitab suci keterangan tersebut. Bahkan seharusnya manusia itu menyadari bahwa dia itu bekerja kepada Gusti Allah, sejak dia dilahirkan ke dunia ini, saat dia keluar dari rahim ibunya, dia sudah harus bekerja. Tangisan bayi itu adalah pekerjaan pertamanya, saat dia menangis, ibu atau orang yang membatu proses kelahirannya itu langsung merawatnya, nah rawatan yang dia dapat itu adalah ganjaran atau dalam bahasa manusia disebut honor atas pekerjaannya. Kalau dia tidak melaksanakan perintah itu apa yang dia dapat, pasti tepukan atau bahkan cubitan. Kemudian perintah-perintah dan ganjaran-ganjaran terus diberikan sampai dia akil balik. Saat itu dia diberi perintah yang bersifat wajib dan sunah, dan bahkan dipilah-pilah lagi menjadi mubah, makruh dan sebagainya kalau ada lagi. Dalam kitab suci yang dirisalahkan para Rasul dan Nabi sudah jelas, jika kamu ingin selamat dunia dan akhirat bekerja pada Gusti Allah dengan ikhlas, yaitu laksanakan perintahNya - jauhi laranganNya."&lt;br /&gt;"Apa perintah dan larangan Nya itu, kulo rasa sampean sudah paham, mungkin lebih paham daripada kulo mas." Tutup kakek itu dan dia tersenyum. Senyum yang persis sama dengan senyuman dia saat aku tanya, "Puasa kek....? Maaf kek sendirian...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt;...........................................................&lt;br /&gt;Tak ada lagi obrolan. Aku lihat kakek itu sudah tertidur. Dan aku tenggelam dalam penyesalanku. Ternyata pengetahuanku bagaikan setitik embun di samudra raya. Aku sombong dengan ibadahku. Astaghfirullah........Laa ilaha illa anta..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yuvusulikov&lt;/span&gt;, Jakarta 2008&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-4744000350030431394?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/4744000350030431394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=4744000350030431394&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4744000350030431394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4744000350030431394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/bekerja-pada-tuhan.html' title='Bekerja Pada Tuhan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SM1pMXEbPmI/AAAAAAAAAHM/_JeYcTx-aCI/s72-c/images-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-5703222455345370991</id><published>2008-09-11T03:48:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T00:43:21.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Referensi'/><title type='text'>Antara NKRI dan Federalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvptBLsZrI/AAAAAAAAAF4/LL9mihWw52Y/s1600-h/Gus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvptBLsZrI/AAAAAAAAAF4/LL9mihWw52Y/s200/Gus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245543150623942322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Oleh Abdurrahman Wahid &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Maaf saya ambil tanpa ijin, ini Asli tulisan Gus Dur silahkan masuk ke &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="http://gusdur.net/"&gt;http://gusdur.net&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah NKRI dipakai oleh para pendiri negara ini untuk menunjukkan bahwa ia adalah sebuah negara dengan kepemimpinan tunggal dan arah perjalanan hidup yang sama bagi warga bangsa ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini istilah yang berarti Negara Kesatuan Republik Indonesia, sering dijadikan lawan bagi sebuah istilah lain, yaitu keberbagaian (pluralitas) dan toleransi. Padahal itu semua perlu ada, untuk menjawab tantangan yang mengganggap kita tidak mungkin membuat sebuah negara dan bangsa yang bersatu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Beberapa bidang telah memiliki format persatuan yang jelas sehingga tidak memerlukan penegasan. Contohnya adalah bahasa nasional kita yang dikembangkan dari bahasa Riau, antara lain oleh Raja Haji Ali,yang dimakamkan di Pulau Penyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bahasa Riau itu, kemudian muncul dua buah bahasa pada tingkat nasional, yaitu bahasa nasional kita -dikenal dengan nama bahasa Indonesia. Juga bahasa nasional Malaysia -disebut juga bahasa Malaysia. Untuk mendukung keberadaan bahasa Indonesia itu, dibuatlah istilah NKRI. Tentu saja, hal-hal seperti itu tidak pernah dijelaskan dengan gamblang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan dan ‘federalisme’ ternyata berkembang dengan baik dalam pengelolaan negara. Lalu timbul keinginan untuk menekankan kesatuan sehingga dengan sendirinya istilah NKRI semakin banyak muncul dalam pembicaraan di kalangan bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab lainnya adalah banyaknya tuntutan otonomi yang akan semakin memupus kekuatan pusat (dan tentu saja semakin kuatnya kekuatan pemerintah daerah dan penambahan kekuasaannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pihak yang merasa bahwa kedua hal itu tidak perlu dikemukakan lagi, minimal dalam rumusan resmi berbagai instrumen dasar negara kita. Dengan sendirinya, hal itu akan diliput oleh berbagai undang-undang organik. Dengan demikian, instrumen-instrumen dasar tersebut tidak perlu kita ubah dan tidak perlu adanya amandemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekarang pola dialog tentang UUD menjadi “kemasukan angin” dan kita lalu berdialog dengan menggunakan istilah yang berbeda- beda. Sebenarnya, kerancuan dialog inilah yang harus kita mengerti, bukannya “salah sambung” yang terjadi antara kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, mencari pengertian yang sama tentang sesuatu hal, apalagi yang terkait dengan instrumen dasar sebuah negara, bukanlah pekerjaan mudah. Ia memerlukan juga kejujuran mutlak di samping kemampuan (expertise).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dialog di antara berbagai pihak tentang instrumen dasar negara seperti digambarkan di atas memerlukan kesabaran dan jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, cara “menyelesaikan” masalah undang-undang dasar kita memerlukan ketabahan yang boleh di kata luar biasa. Karena itu, panjangnya waktu dan penunjukan siapa yang membicarakan undang-undang dasar itu, menjadi sangat penting bagi negara kita. Penilaian akhir tentang perlu atau tidaknya UUD kita di amandemen, bukanlah perkara kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah halaqoh tentang konstitusi dan temu wicara hukum acara yang diselenggarakan DPP PKB dan Mahkamah Konstitusi baru-baru ini, penulis menyatakan bahwa penulis adalah korban dari sebuah komplotan jahat yang akhirnya memaksa untuk mengundurkan diri dari jabatan Presiden RI pada 21 Juli 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa penulis menamakan proses itu sebagai komplotan? Berarti ada sesuatu yang melanggar hukum dan menentang konstitusi? Jawabnya karena hal itu memang demikian, Dimulai dari Pansus Bulog dan Brunei Gate, yang dipimpin Bachtiar Chamsyah. Hal itu saja sudah dapat menunjukkan adanya proses idealisasi nilai-nilai yang dianggap “Islami” sebagai capaian yang harus diperoleh organisasi-organisasi Islam. Bukankah itu pelanggaran konstitusi? Bachtiar Chamsyah sendiri melakukan pelanggaran undang-undang dengan membiarkan pintu sidang-sidang pansus terbuka sekitar sepuluh centimeter. Maksudnya, agar para wartawan dapat merekam pembicaraan yang terjadi dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebuah undang-undang secara spesifik melarang sidang-sidang pansus dilakukan secara terbuka. Memang, karena dari semula sejumlah parpol dan perwira tinggi TNI sudah memutuskan untuk menyingkirkan penulis dari jabatan Presiden RI. Karena itu, segala macam pelanggaran dibiarkan saja. Bahkan, alasan formal yang tadinya berupa ‘pelanggaran legalitas’ oleh penulis, akhirnya tidak dapat dibuktikan. Akibatnya, diambil keputusan politik untuk menyingkirkan penulis dari jabatan kepresidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah itu diambil dengan berbagai macam pelanggaran, seperti tidak adanya pembicaraan hal itu di DPR RI dan pelanggaran di Mahkamah Agung, ketika keputusannya diberitahukan kepada MPR RI oleh ketua Mahkamah Agung RI. Padahal, undang-undang menyatakan bahwa hal itu harus diputuskan dan disampaikan oleh sebuah komisi khusus di lingkungan MA sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis bersedia mengundurkan diri dari jabatan tersebut, hanya karena ia tidak menyukai perang saudara antara sesama warga negara RI, yang tentu akan menimbulkan korban jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kepentingan pribadi para pemimpin partai untuk melengserkan penulis, ternyata membawakan konsekuensinya sendiri sehingga soal-soal yang berkaitan dengan kondisi hukum nasional kita terabaikan sama sekali dan tidak dibicarakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja, di antara hal yang penting dibicarakan dalam masalah pelanggaran terhadap konstitusi adalah akibatnya yang semakin banyak. Yaitu merajalelanya korupsi di hampir semua bidang kehidupan. Baik oleh warga negara di luar pemerintahan, juga oleh lembaga-lembaga pemerintahan. Contohnya yaitu kemalasan para birokrat untuk mendasarkan perbuatan mereka kepada kemampuan lembaga-lembaga pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum birokrasi pemerintahan yang mana pun, membawa cara kerja mereka sendiri dalam menentukan sikap lembaganya. Langkanya penertiban atas cara kerja para pegawai negeri yang jelas-jelas bertentangan dengan undang-undang itu, menimbulkan sikap bahwa hal itu harus mati-matian dipertahankan. Herankah kita kalau hal seperti itu melahirkan pendapat bahwa korupsi tidak bisa hilang dari negeri kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 6 April 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-5703222455345370991?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/5703222455345370991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=5703222455345370991&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5703222455345370991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/5703222455345370991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/pemikiran-gus-dur.html' title='Antara NKRI dan Federalisme'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvptBLsZrI/AAAAAAAAAF4/LL9mihWw52Y/s72-c/Gus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-4963561381358167028</id><published>2008-09-11T02:06:00.000+07:00</published><updated>2008-09-21T22:19:12.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Dialog soal Negara Kesejahteraan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvq4iygkGI/AAAAAAAAAGA/RSoetQk1T-c/s1600-h/Wr-kopi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvq4iygkGI/AAAAAAAAAGA/RSoetQk1T-c/s200/Wr-kopi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245544448135303266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin lusa, aku ngopi di warung pak Kamil, tepatnya warung milik istrinya pak Kamil, karena pak Kamil adalah seorang tukang ojek. Warung sederhana dengan dinding dari bilik-bilik bambu dan berada di pinggir rel kereta api dekat pangkalan ojek. &lt;span class="fullpost"&gt;Nikmat, dengan kesederhanaan dan kesahajaannya, suasananya, pelayannya dan pelanggannya. Warung kopi tempat ngopi dan ngobrol apa saja dengan senda gurau yang khas masyarakat pinggiran, memang menarik.&lt;br /&gt;" Sruut...., kemarin nonton dialog di TV gak?" tanya Jajang.&lt;br /&gt;" Dialog apa, siapa?" sambut pak Kamil&lt;br /&gt;" Itu tu, pejabat, profesor dan LSM"&lt;br /&gt;" Soal apa.."&lt;br /&gt;" Soal negara kesejahteraan"&lt;br /&gt;" Bukankah seharusnya rakyat sejahtera, bukan negara?"celoteh bu Kamil.&lt;br /&gt;" Gak tau tuh, orang-orang pintar itu. Koq negara yang harus sejahtera."&lt;br /&gt;"Bukan begitu pak - bu." Sugito mencoba menjelaskan.&lt;br /&gt;Sugito, seorang mahasiswa yang aktif di dunia gerakan dan senang membaca buku, terutama buku-buku berat, seperti buku Filsafat Dunia, Ideologi Dunia dan Teori-teori Sosial dan semacamnyalah, pokoknya yang berat-berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Sugito memulai ceramahnya.&lt;br /&gt;Asal usul Sosialisme berkaitan dengan perkembangan masyarakat Industrial, masa antara pertengahan dan akhir abad kedelapanbelas. Begitu juga dengan konservatisme sebagai lawan, yang dibentuk sebagai reaksi terhadap Revolusi Prancis. Sosialisme bermula sebagai kumpulan pemikiran yang menentang individualisme - kemudian kritik berkembang perhatiannya pada kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerocos Sugito, tanpa memperhatikan bagaimana wajah-wajah bengong dari orang yang ada di warung kopi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum bangkitnya Uni Soviet...." sambungnya&lt;br /&gt;Yah, sebelum bangkitnya Uni Soviet, terjadi tumpang tindih antara sosialis dan komunis, yang mana keduanya berupaya mempertahankan keyakinan bahwa yang harus didahulukan adalah masalah sosial atau komunal, bukan perkara individual.&lt;br /&gt;Sosialis pertama tama merupakan impuls dari filosofis dan etis, tampil sebagai doktrin ekonomi sebelum Marx - kemudian dilengkapinya dengan teori-teori ekonomi yang rumit. Sosialis berupaya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan kapitalisme dengan tujuan agar lebih manusiawi atau sama sekali menumbangkannya. Yang mana teori ekonomi sosialisme didasarkan pada gagasan bahwa dengan hanya mengandalkan segala perangkatnya kapitalis secara ekonomi tak efisien, yang mana secara sosial akan menimbulkan pertikaian dan tak akan mampu mengembangkan dirinya sendiri dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bapak-bapak tau gak"&lt;br /&gt;Bagi Marx, berdiri atau runtuhnya sosialisme tergantung pada kapasitasnya menghasilkan kekayaan yang lebih besar daripada kapitalisme dan menyebarkannya secara merata.&lt;br /&gt;Namun kenyataan menunjukkan keruntuhan sosialisme disebabkan secara oleh teori ekonominya sendiri, yaitu "PASAR" tidak dipandang sebagai perangkat penting informasi yang menyediakan data penting bagi penjual dan pembeli, kelemahan sosialisme semakin terbuka dengan pengaruh proses globalisasi dan perkembangan teknologi.&lt;br /&gt;Nah, karena inilah maka Sosialisme klasik kemudian bergerak menjadi Demokrasi Sosial - Sosialisme Parlementer yang moderat - yang dibangun atas pengkonsolidasian negara kesejahteraan. Dimana kemudian sejak pertengahan tahun 1970-an, demokrasi sosial mendapat tantangan yang semakin hebat dari filosofi pasar bebas, khususnya Neoliberalisme (bangkitnya Thatcherisme dan Reaganisme). Neoliberalisme ini menjadi pedoman banyak partai konservatif. Bangkitnya Neoliberalisme ini, mempengaruhi pemikiran kaum sosial demokrat terhadap masalah-masalah sosialisme - mengalami perubahan konsep pemikiran dari demokrasi sosial klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak. Demokrasi sosial gaya lama atau klasik ini memandang kapitalisme pasar bebas sebagai sesuatu yang menghasilkan banyak efek problematik seperti yang didiagnosa oleh Marx, namun percaya bahwa hal itu dapat diatasi oleh intervensi negara di pasar, terutama soal pemerataan. Upaya pemerataan inilah yang menjadi perhatian khusus bagi kelompok sosial demokrat untuk mewujudkan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nah dari semua yang saya sampaikan tadi itu, maka timbullah istiliah Negara Kesejahteraan" Kata Sugito meyakinkan pendengarnya, walaupun pendengarnya tampak saja bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negara Kesejahteraan itu mempunyai dua tujuan. Bapak tau?"tanya Sugito. Orang-orang disekitarnya pada geleng kepala, entah karena tidak tau atau tidak mengerti dengan apa yang disampaikan Sugito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kedua tujuan tersebut adalah, menciptakan masyarakat yang lebih setara dan melindungi individu-individu di sepanjang siklus kehidupannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kita mah, gak ngarti dengan semua itu mas,  mau Sosialis kek, kapitalis kek, pancasilais kek, atau kek - kek lain yang penting bagi kami itu gimana bisa cukup aja." celetuk bu Kamil mesam-mesem sambil ngaduk kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ha ha ha ........." yang lain pada tertawa. Sedangkan Sugito yang gantian bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yuvusulikov&lt;/span&gt;, Jakarta 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Foto : http://tongkronganbudaya.files.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-4963561381358167028?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/4963561381358167028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=4963561381358167028&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4963561381358167028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/4963561381358167028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/dialog-soal-negara-kesejahteraan.html' title='Dialog soal Negara Kesejahteraan'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvq4iygkGI/AAAAAAAAAGA/RSoetQk1T-c/s72-c/Wr-kopi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-3924712279146078405</id><published>2008-09-11T00:10:00.004+07:00</published><updated>2008-09-21T22:44:36.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Belajar Dalam Hidup 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMuuLS0UX-I/AAAAAAAAAFw/dQbkF3PTH9I/s1600-h/Logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMuuLS0UX-I/AAAAAAAAAFw/dQbkF3PTH9I/s200/Logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245477700056145890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kejadian Diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renung ku dalam kesendirian malam ini&lt;br /&gt;Renung untuk memaknai hikmah diri&lt;br /&gt;................ Siapa aku ini?&lt;br /&gt;Aku adalah tanah, api, air dan udara&lt;br /&gt;yang dikumpulkan........&lt;br /&gt;setelah dipisahkan&lt;br /&gt;yang diperas&lt;br /&gt;yang disaring&lt;br /&gt;yang dipanaskan&lt;br /&gt;yang didinginkan&lt;br /&gt;yang diperlakukan dengan berkali-kali perlakuan&lt;br /&gt;yang kemudian disimpan dalam kesucian penjara nafsu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;yang terkunci dalam syulbi Adam dan Hawa&lt;br /&gt;Dalam Kesaksian pada Mu, syulbi itu tersingkap&lt;br /&gt;Dalam Kasih dan Sayang Mu, penjara nafsu terbuka&lt;br /&gt;Dalam Nama Mu, aku diperlakukan&lt;br /&gt;Dalam Hembusan Kesucian Mu, aku dikumpulkan&lt;br /&gt;Atas Perintah Mu&lt;br /&gt;Jibril meneguhkan ku&lt;br /&gt;Israfil menerangi ku&lt;br /&gt;Mikail memelihara ku&lt;br /&gt;Izrail membai’at ku dengan Kepastian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu...&lt;br /&gt;Ya... sejak itu&lt;br /&gt;Hidup dan matiku adalah contoh Keindahan dan Keagungan Mu&lt;br /&gt;Aku menjadi utusanMu&lt;br /&gt;Dengan membawa sifatMu, perbuatanMu, namaMu dan bayang-bayangMu.&lt;br /&gt;Yang Kau pinjamkan, tapi....&lt;br /&gt;Bukan membawa Zat Mu Yang Maha Agung&lt;br /&gt;Maha Suci Zat Mu yang tidak serupa dengan ciptaan Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuvusulikov, Jakarta, 2008  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-3924712279146078405?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='Puisi' href='http://yusufdul.blogspot.com/search/label/puisi' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/3924712279146078405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=3924712279146078405&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3924712279146078405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3924712279146078405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/09/belajar-dalam-hidup.html' title='Belajar Dalam Hidup 1'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMuuLS0UX-I/AAAAAAAAAFw/dQbkF3PTH9I/s72-c/Logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5495853193672361427.post-3204617771148018271</id><published>2008-08-30T06:32:00.001+07:00</published><updated>2008-09-21T22:19:12.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Dialogku dengan Gus Dur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvvK-WKjpI/AAAAAAAAAGI/BO2E7TFJrOU/s1600-h/Yoga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvvK-WKjpI/AAAAAAAAAGI/BO2E7TFJrOU/s200/Yoga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245549162816769682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin aku ketemu Gus Dur di warung kopi, sambil ngemil tiwul dan minum kopi kothok. Kami bicara ngalor ngidul, tapi penuh dengan pembelajaran, maklum Gus Dur kan tokoh Indonesia bahkan global dan juga Ketua tertinggi di PKB. Nah pembicaraan berujung pada soal PKB, konflik pengurus partai ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Gus, apa sebenarnya yang terjadi di PKB, sehingga konflik yang internal sifatnya ini sampai begitu menghebohkan dan diliput media hampir setiap hari".&lt;br /&gt;" Hem..........."&lt;br /&gt;" Tolong jelaskan dengan jujur Gus".&lt;br /&gt;" Baik. Sebenarnya nggak ada konflik, hanya orang yang ngomong gitu dan media ikut-ikut."&lt;br /&gt;" Begini. Saya ingin menjadikan kader saya ini, terutama Imin dan Yeni agar bisa besar, kenapa harus dengan cara seakan-akan ada konflik diantara keduanya, yah kalau dengan cara biasa pasti lama itu, butuh bertahun-tahun, keburu saya tidak ada. Kalau dengan cara seperti sekarang ini, kan waktu yang dibutuhkan tidak lama, biaya sedikit karena tidak perlu bayar media atau bikin media, dengan begini media berebut meliput, mengulas bahkan menganalisis konflik yang terjadi ini, apa penyebabnya, siapa dalangnya, dan seterusnya. Dengan begini kan publikasi dan populeritas PKB semakin meningkat, juga bagi Imin dan Yeni."&lt;br /&gt;" jadi sebenarnya konflik ini hanya main-main aja ya Gus?"&lt;br /&gt;" Ya endak juga, konflik itu memang ada, tapi biar saja sebagai pembelajaran bagi mereka dan kader PKB agar dewasa dalam segala geraknya. Orang kan semakin matang dan dewasa jika terus diuji."&lt;br /&gt;" Tapi, apa Gus Dur nggak kawatir kalau ini nanti akan mengurangi simpati rakyat terutama warga NU, bahkan dukungan kepada PKB?"&lt;br /&gt;" Ya endak, emangnya rakyat kita bodoh apa, terutama warga NU yang mayoritas di desa, mereka sudah lebih dewasa menjalani hidup ini, juga dalam menentukan pilihan politiknya. Tidak seperti orang kota terutama klas menengahnya, pahamlah....."&lt;br /&gt;" Dan kalaupun terjadi, saya juga bersyukur, karena kader PKB yang ada nanti adalah kader yang benar-benar teruji."&lt;br /&gt;" Begitu ya Gus, jadi sekarang ini Gus Dur melakukan penyaringan dan pembersihan seperti orang yang lagi ngayak tepung....?"&lt;br /&gt;" Ya ialah, masa ya ia dong, gitu aja kok repot."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dialog imajiner Yuvusulikov&lt;/span&gt;, Jakarta 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5495853193672361427-3204617771148018271?l=yusufdul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/cerita%20singkat.html' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusufdul.blogspot.com/feeds/3204617771148018271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5495853193672361427&amp;postID=3204617771148018271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3204617771148018271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5495853193672361427/posts/default/3204617771148018271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusufdul.blogspot.com/2008/08/dialogku-dengan-gus-dur.html' title='Dialogku dengan Gus Dur'/><author><name>Sastra Bebas</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01056860490821588827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='27' src='http://4.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SQNJVzgX1nI/AAAAAAAAARI/u41CYvXb2_Y/S220/yoga.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kgikuuPRJ_A/SMvvK-WKjpI/AAAAAAAAAGI/BO2E7TFJrOU/s72-c/Yoga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
